Scroll untuk baca artikel
Hukum

IMA SULTENG-MAKASSAR Desak Kapolda Sulteng Sikat Galian C Ilegal di Wilayah Morowali

37
×

IMA SULTENG-MAKASSAR Desak Kapolda Sulteng Sikat Galian C Ilegal di Wilayah Morowali

Sebarkan artikel ini

Keterangan foto: Afdal Saputra, Ketua Umum IMA SULTENG-MAKASSAR

 

MAKASSAR – Hukum di Morowali lagi-lagi dipermalukan. Di Desa Bente, Bungku Tengah, sejumlah dump truck “batu gajah” hilir-mudik tanpa terpal, tanpa izin, merusak jalan publik.

Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tengah-Makassar (IMA SULTENG-MAKASSAR) menyebut ini bukan pelanggaran lalu lintas biasa. Ini tamparan telak bagi wibawa negara.

“Lucunya bukan main. Armada raksasa yang jelas-jelas diduga angkut material ilegal bisa melenggang tiap hari. Kalau hukum sudah mandul, mau lapor ke siapa lagi warga Morowali?” sentil Afdal Saputra, Ketua Umum IMA SULTENG-MAKASSAR, Rabu 17/06/2026.

Bagi IMA, pembiaran ini membuka tabir: ada yang lebih kuat dari hukum di Morowali. Debu tebal, polusi, jalan rusak, plus indikasi kerugian negara dari PETI, dibayar warga dengan paru-paru dan keselamatan.

4 Tuntutan, Tanpa Kompromi

1. Razia Total, Stop Ego Sektoral
IMA desak Polres Morowali, Dishub, Satpol PP, dan ESDM Sulteng turun bareng. Periksa SIPB, surat jalan, tonase. Jangan pilih kasih.

2. Pakai Pasal Berat, Jangan Tumpul
Tegakkan Pasal 158 & 161 UU Minerba No. 3/2020: penjara 5 tahun untuk penambang & pengangkut ilegal. Serta Pasal 307 UU LLAJ soal keselamatan. Hukum harus menggigit, bukan melucu.

3. Kapolda Harus Turun Tangan
IMA minta Kapolda Sulteng evaluasi Kapolres Morowali. Kalau dalam waktu dekat tak ada tindakan transparan ke aktor intelektual: pemilik tambang dan bos angkutan, berarti ada yang salah di komando.

4. Buka Data PAD, Jangan Ditutup-Tutupi
Pemkab Morowali wajib transparan. Seberapa besar galian C ilegal ini menyumbang PAD? Atau yang tertinggal cuma lubang dan kerusakan lingkungan untuk warga?

“Kalau Aparat Tutup Mata, Kami Buka Suara”

Morowali, kata Afdal, harusnya jadi contoh pertumbuhan ekonomi yang beradab. Bukan ladang jarah yang mengorbankan ekologi dan hak warga menghirup udara bersih.

“Bola panas ada di tangan Kapolres Morowali. Mau dibuktikan hukum tegak lurus, atau tumpul di hadapan cukong tambang? Kasih kami satu minggu. Kalau tak ada tindakan nyata, IMA bersama pemuda dan warga Morowali akan turun. Konsolidasi gerakan moral dan advokasi hukum akan kami nyalakan,” tegasnya.

 

 

(Redaksi / Whatsapp :081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *