Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
EkonomiInvestasi

PT IHIP-BTIIG Tunjukkan Komitmen Nyata, Sepakati 9 Poin Kolaborasi dengan GAPIT untuk Intake Sungai Karaupa

86
×

PT IHIP-BTIIG Tunjukkan Komitmen Nyata, Sepakati 9 Poin Kolaborasi dengan GAPIT untuk Intake Sungai Karaupa

Sebarkan artikel ini

Morowali – PT Indonesia Huabao Industri Park (IHIP) dan PT Bahosua Taman Industri Invesment Group (BTIIG) memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyepakati 9 poin kolaborasi bersama Gerakan Petani Indonesia Menggugat (GAPIT) Morowali dalam rencana pembangunan intake di Bendung Sungai Karaupa, Kecamatan Bumi Raya.

Kesepakatan strategis ini lahir setelah perusahaan secara responsif mengakomodir aspirasi masyarakat. Menindaklanjuti masukan dari berbagai pihak, PT IHIP-BTIIG memindahkan titik intake dari atas bendung ke lokasi 250 meter di bawah bendung. Keputusan ini memastikan pengambilan air hanya berasal dari sisa aliran, sehingga tidak mengganggu kebutuhan irigasi pertanian di hulu.

Ketua GAPIT Morowali, Alimuddin, mengapresiasi langkah proaktif perusahaan.

“Perubahan titik ini menunjukkan itikad baik perusahaan. Kami kawal agar proses berjalan tanpa merugikan petani, dan syarat-syarat yang disepakati menjadi barometer keberlanjutan proyek,” ujar Alimuddin, Senin 04/05/2026.

Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kemitraan jangka panjang, PT IHIP-BTIIG menetapkan 9 komitmen utama yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Sosialisasi:

Komitmen PT IHIP-BTIIG untuk Pertumbuhan Bersama Masyarakat:

1. Tata Kelola Perizinan: Menyelesaikan seluruh perizinan pemanfaatan air permukaan melalui OSS RBA secara tepat waktu dan sesuai regulasi.
2. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Memberikan prioritas informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kecamatan Wita Ponda, Bumiraya, dan Bungku Barat.
3. Transparansi dan Dialog: Menjalin komunikasi proaktif, konsultatif, dan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.
4. Perlindungan Akses Pertanian: Melakukan kajian dan koordinasi menyeluruh terkait jalur pipa yang melintasi kebun sawit di 4 Desa: Harapan Jaya, Beringin Jaya, Limbo Makmur, dan Lambelu.
5. Penguatan Ketahanan Pangan: Berkomitmen pada program pemberdayaan sektor pertanian dan perkebunan di 15 Desa penerima manfaat Sungai Karaupa melalui sinergi dengan Pemerintah Kecamatan.
6. Standar Lingkungan Tertinggi: Bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dampak lingkungan sesuai prinsip keberlanjutan.
7. Teknologi Konstruksi Tepat Guna: Membangun intake di titik 250 meter dari bendung dengan teknologi groundsil yang aman dan ramah lingkungan.
8. Sosialisasi Partisipatif: Menyelenggarakan sosialisasi yang informatif dan terbuka, sehingga masyarakat memahami manfaat serta mitigasi dampak proyek.
9. Kemitraan Berkelanjutan: Membangun hubungan yang transparan dan berkelanjutan dengan masyarakat untuk memastikan manfaat investasi dirasakan secara optimal.

Alimuddin menambahkan, kolaborasi ini menjadi model kemitraan industri-pertanian yang saling menguntungkan. Di tengah pergeseran tenaga kerja milenial ke sektor industri, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi tersebar merata.

“Perusahaan ambil airnya, kami pakai juga tenaga kerja kami. Ini mutualisme yang kami perjuangkan,” tegas Alimuddin.

Dengan kesepakatan ini, PT IHIP-BTIIG menegaskan posisinya sebagai investor yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Morowali.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250