Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Investasi

AMKI Jilid II: 1000 Massa Siap Serbu PT IHIP 6 Mei, Alim Hendra Wajib Dipecat atau Operasional Ambruk

198
×

AMKI Jilid II: 1000 Massa Siap Serbu PT IHIP 6 Mei, Alim Hendra Wajib Dipecat atau Operasional Ambruk

Sebarkan artikel ini

Morowali, Sulawesi Tengah – Ancaman nyata kembali menghantui PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) dan PT Bahosua Taman Industri Invesment Group (BTIIG). Aliansi Masyarakat Kawasan Industri (AMKI) menyatakan aksi jilid II akan digulirkan Selasa 6 Mei 2026 di Bungku Barat dengan 1000 massa yang sudah siap tempur.

Perusahaan dinilai ingkar janji. Koordinator Lapangan AMKI, Ramadan Ponga, menyebut tuntutan warga sejauh ini hanya “diamini di atas kertas” tanpa realisasi di lapangan.

“Belum sepenuhnya diakomodir. Yang katanya sudah diakomodir pun jauh dari harapan masyarakat. Jadi jangan harap aksi berhenti,” tegasnya, Minggu (03/05/2026).

Empat tuntutan jadi syarat mutlak. Gagal penuhi, perusahaan siap-siap hadapi konsekuensi:

1. Copot dan pecat Alim Hendra sekarang juga. AMKI menyebut keberadaan Alim Hendra sebagai pemicu utama konflik dengan warga. Selama masih bertahan, kepercayaan masyarakat = nol.
2. Konsultasi publik ulang wajib libatkan Desa Uedago dan Desa Wata. Proses sebelumnya dianggap sepihak dan mengkhianati warga pemilik tanah.
3. Rekrutmen satu pintu harga mati. AMKI tuding sistem rekrutmen sekarang sarang titipan dan calo. Warga lokal terus tersingkir dari kawasan yang berdiri di atas tanah mereka sendiri.
4. Sikat habis calo berkedok “utusan khusus Pemda Morowali”. AMKI menuding ada oknum yang jual nama pemda untuk cari keuntungan di BTIIG. Kehadiran mereka harus diusir.

Dengan 1000 massa yang sudah dimobilisasi, aksi jilid II berpotensi menghentikan total akses masuk-keluar kawasan industri. Produksi terganggu, nama IHIP/BTIIG tercoreng, dan iklim investasi jadi sorotan.

Perusahaan punya dua pilihan: pecat Alim Hendra, buka ruang dialog jujur, dan benahi sistem rekrutmen. Atau hadapi amukan 1000 warga yang sudah kehilangan kesabaran.

Hidup Rakyat!
Hidup Perjuangan!

Hingga berita ini ditulis, pihak PT IHIP belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa.

 

(Yohanes/ Whatsapp : 081371835194)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250