Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi

Buruh SMIP Rayakan May Day dengan Tanam 1.001 Mangrove di Morowali

49
×

Buruh SMIP Rayakan May Day dengan Tanam 1.001 Mangrove di Morowali

Sebarkan artikel ini

Morowali – Serikat Pekerja Sulawesi Mining Investment Pabrik (SP-SMIP) memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026. Alih-alih turun ke jalan, ratusan buruh menanam 1.001 pohon mangrove di pesisir Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Ketua SP SMIP Masri mengatakan aksi sosial tersebut merupakan bentuk refleksi dan komitmen buruh terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Menurutnya, penanaman mangrove diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi kawasan pesisir.

“Kami merubah arah haluan dengan cara memperingati May Day internasional yang biasanya turun ke jalan menjadi aksi sosial menanam 1.001 mangrove di pesisir pantai Desa Lalampu,” ujar Masri, Senin (4/5).

Masri menyebut perubahan pola peringatan tak lepas dari dinamika panjang organisasi sejak berdiri 2015. SP SMIP pernah mendorong lahirnya kebijakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Morowali yang mulai berlaku 2016, meski belum sepenuhnya memenuhi harapan pekerja.

Kini, serikat lebih mengedepankan pendekatan konstruktif dalam menyuarakan aspirasi. Masri menekankan pentingnya menjaga stabilitas dunia kerja dan iklim investasi di daerah.

“Tidak ada gading yang tak retak, kami pun masih banyak kekurangan, tetapi kami berusaha sebaik mungkin untuk menjaga stabilitas dunia kerja dan investasi serta kelangsungan hidup pekerja buruh di Kabupaten Morowali,” tegasnya.

SP SMIP juga menegaskan diri sebagai organisasi lokal mandiri yang tidak berafiliasi dengan serikat nasional maupun internasional. Setiap persoalan ketenagakerjaan diselesaikan melalui jalur hukum, termasuk Pengadilan Hubungan Industrial.

“Kami berusaha selalu patuh dan menjunjung tinggi amanah dasar UUD 1945 serta undang-undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia,” pungkas Masri.

Melalui aksi tanam mangrove, SP SMIP berharap menunjukkan bahwa perjuangan buruh tidak selalu identik dengan demonstrasi, melainkan juga bisa diwujudkan lewat kegiatan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250