Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Hukum & Kriminal

KADES NAMBO DISERBU RAKYAT: DUGAAN BANCUH RP1,5 MILIAR DANA JETTY DESA, MASIH BEBAS BERKELIARAN!

253
×

KADES NAMBO DISERBU RAKYAT: DUGAAN BANCUH RP1,5 MILIAR DANA JETTY DESA, MASIH BEBAS BERKELIARAN!

Sebarkan artikel ini

MOROWALI – Desa Nambo mendidih. Rakyat turun gunung, kepung Kejari Morowali, dan satu nama jadi sasaran tembak: Kepala Desa Nambo.

Dugaan bancuh dana sewa jetty Rp1,5 miliar kini bukan lagi bisik-bisik. Massa aksi dari LAKIP 45 Sulteng dan warga Nambo datang dengan satu tuntutan: Tangkap dan tahan sekarang juga!

Uang Jetty Raib, Rakyat yang Sengsara

Rp1,5 miliar. Uang itu harusnya buat bangun jalan, perbaiki air bersih, bantu anak sekolah, bantu orang tua sakit. Faktanya? Lenyap. Diduga masuk ke kantong oknum.

Kejari Morowali menyebut sudah periksa 25 orang dari 32 surat panggilan. Tapi nama yang paling disebut-sebut di lapangan, justru belum tersentuh borgol.

“Kami bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta di lapangan,” kata Kasubsi Intel Kejari Morowali Wahyuddin Pamungkas saat ditemui massa, Selasa 12/5/2026.

Fakta di lapangan kata warga? Bukti sudah mengarah. Tapi Kades masih aman, masih pegang jabatan, masih seolah kebal hukum.

LAKIP 45: Jangan Lindungi Koruptor!

Ketua LAKIP 45 Sulteng Amiruddin Mahmud tak mau basa-basi. Di depan massa ia tegas:
“Bukti subjektif, objektif, materil sudah lengkap. Masyarakat hanya menunggu langkah tegas dari kejaksaan. Kalau lambat, rakyat yang akan bicara lebih keras!”

Spanduk amarah terpasang jelas di halaman Kejari Morowali:

1.Tangkap dan Penjarakan Kades Nambo”
2.Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Jetty Rp1,5 Miliar”
3.Jangan Lindungi Koruptor Desa”

Kasi Pidsus Ardhi Padma mengakui perkara ini jadi prioritas. Pemeriksaan dilakukan maraton. Tapi bagi warga, kecepatan itu tak ada artinya kalau ujungnya Kades tetap bebas.

Rakyat Tunggu Borgol, Bukan Janji

Kejari berjanji tak akan tutup-tutupi. “Kami bekerja maksimal agar penanganannya terang dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Ardhi.

Tapi buat warga Nambo, kata “maksimal” tanpa tindakan sama dengan penghinaan. Mereka menuntut satu hal: Kades Nambo segera ditetapkan tersangka, ditahan, dan diadili.

Desakan juga melebar ke dugaan penyimpangan dana CSR desa. Kalau satu pintu dibuka, kata massa, banyak pintu busuk lain yang akan terbongkar.

Usai audiensi, massa bubar tertib dan lanjutkan aksi ke OPD Morowali. Tapi amarah belum padam.

Pertanyaannya sekarang cuma satu: Berapa lama lagi Kades Nambo dibiarkan berkeliaran sementara Rp1,5 miliar uang rakyat diduga raib?.

 

(Yohanes /Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250