Morowali Utara – Sejak lima tahun kehadiran CV. Surya Amindo Perkasa di Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, warga Desa Tamainusi mengaku merasakan perubahan ekonomi yang signifikan. Perusahaan tambang nikel itu disebut tidak sekadar menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga menanggung kebutuhan warga dari lahir hingga meninggal dunia.
Pada Selasa, 9 Juni 2026 pagi, di Dusun Towi, Desa Tamainusi, nama CV Surya Amindo Perkasa terdengar dalam obrolan warga yang sedang berkumpul. Perusahaan itu disebut berkontribusi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi.
“Perusahaan ini sudah sangat peduli dengan kita, malah mereka (SAP) telah membiayai hidup-mati warga di sini,” kata Masna, ibu rumah tangga di Dusun Towi yang akrab disapa Tante Bondeng.
Pernyataan Masna, menurut warga, bukan tanpa dasar. Setiap ada warga yang melahirkan, perusahaan menanggung seluruh kebutuhan akikah. Begitu pula untuk pesta pernikahan. Jika ada warga yang meninggal, perusahaan membantu seluruh kebutuhan tanpa membeda-bedakan.
“Jadi sampai pada tingkat itu, perusahaan ini sangat peduli dengan masyarakat. Kalau ada pesta, perusahaan menyumbangkan sapi buat warga, siapa pun tetap diberikan,” ujar Masna.
Kontribusi CV SAP disebut sudah berjalan sejak awal operasi di Soyo Jaya. Perusahaan menyediakan mesin diesel listrik untuk desa, membantu kebutuhan BBM warga, dan setiap tahun memberangkatkan warga Soyo Jaya secara bergilir untuk umrah ke Tanah Suci.
“Tidak cuma warga Desa Tamainusi, tapi warga desa yang ada Kecamatan Soyo Jaya diberangkatkan secara bergilir, bahkan sejumlah masyarakat Morowali Utara sudah merasakan dampak positif perusahaan ini,” kata Parman, warga Tamainusi.
Karena besarnya kontribusi itu, warga setempat mengaku sangat terbantu. “Jadi kalau ada masyarakat yang membawa-bawa nama warga Tamainusi terkait aktivitas perusahaan SAP itu tidak benar adanya. Justru masyarakat di sini sangat berharap perusahaan ini terus eksis di wilayah ini karena dampak positifnya dirasakan masyarakat,” ujar Amir, yang saat ditemui mengenakan kaos kuning.
Amir menambahkan, CV SAP dinilai menekan angka pengangguran lewat pemberdayaan tenaga kerja lokal, baik tenaga terampil maupun non-terampil, di aktivitas pertambangannya.
“Jadi CV SAP tidak ingin melihat warga lokal hanya jadi penonton, tapi juga pelaku dalam aktivitas pertambangan. Sehingga, kehadiran perusahaan ini benar-benar dapat menghidupi masyarakat setempat,” tutup Amir.(*)
(Redaksi / Whatsapp : 081371835194)














