MOROWALI – 150 anak di Bahodopi Minggu ini tidak perlu lagi mikirin biaya khitan. PT Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP menggelar khitanan massal gratis di Aula Serbaguna, Minggu 5/7/2026.
Ini kali kelima IMIP menggelar acara serupa sejak 2022. Sasarannya tetap sama: anak dari keluarga kurang mampu di sekitar kawasan industri.
“Kami ingin meringankan beban ekonomi keluarga agar anak-anak tetap bisa mendapatkan layanan khitan yang aman, gratis, dan sesuai syariat agama,” ujar Penanggung Jawab Kegiatan CSR PT IMIP, Christina S.
Program ini, kata Christina, masuk dalam pilar kesehatan perusahaan. IMIP berharap kegiatan bisa terus berlanjut tiap tahun dengan menggandeng lebih banyak pihak.
Kali ini IMIP berkolaborasi dengan DKM IMIP, PPNI Morowali, Khitan Modern Makassar, serta komunitas Himpunan Masyarakat Luwu Timur dan Gondrong Morowali.
Pakai Alat Modern, Ada Kontrol Pasca Khitan
Biar tidak sekadar ramai-ramai, IMIP juga siapkan kontrol kesehatan. Mereka menggandeng Klinik Kawanua untuk memastikan pemulihan anak-anak berjalan baik.
Kepala Puskesmas Bahodopi, Abdul Malik, mengapresiasi. Menurutnya, teknik khitan modern dengan alat medis mutakhir membuat proses lebih aman dan nyaman.
“Tim medis yang bertugas merupakan tenaga kesehatan kompeten yang menerapkan standar pelayanan ketat, mulai dari pemeriksaan kondisi pasien sebelum tindakan, penggunaan alat steril, pemberian anestesi lokal untuk mengurangi rasa nyeri, hingga edukasi perawatan pasca-khitan,” jelas Abdul Malik.
Ia juga mengingatkan manfaat khitan: menjaga kebersihan organ reproduksi dan mengurangi risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki.
“Kami harap pasien dan keluarga mematuhi petunjuk perawatan, menjaga kebersihan area khitan, serta berkonsultasi ke klinik yang telah ditunjuk untuk perawatan lebih lanjut,” pungkasnya.
Mengusung tema Langkah Kecil Wujudkan Masa Depan Anak, IMIP berharap kegiatan ini bukan hanya soal syariat. Tapi juga soal kesehatan dan tumbuh kembang anak ke depan.
“Melalui kegiatan ini, IMIP berharap dapat terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar kawasan industri demi terciptanya lingkungan yang sehat dan sejahtera.”
(Yohanes)












