MOROWALI – Kritik keras yang dilayangkan Forum Bersatu (FORBES) Morowali terhadap aktivitas pertambangan PT Rezky Utama Jaya (RUJ) ditanggapi secara bijak dan terbuka oleh pihak perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, External PT Rezky Utama Jaya, Amrin yang akrab disapa Ical, mengatakan bahwa kritik merupakan hal yang biasa dalam dinamika industri pertambangan dan harus dapat diterima oleh semua pihak sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.

“Menurut kami kritik itu hal biasa dan harus dapat diterima oleh semua pihak. Kami di PT Rezky Utama Jaya sangat terbuka dengan masukan, apalagi yang sifatnya membangun,” ujar Ical saat dikonfirmasi, Jumat 25 September 2026.
Ical menjelaskan, saat ini fokus utama PT Rezky Utama Jaya adalah pada pengendalian debu dan pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Morowali.
“Kami terus berupaya untuk mencari solusi untuk penanganan debu tersebut,” kata Ical.
Ia membeberkan, berbagai upaya konkret telah dan terus dilakukan perusahaan secara konsisten untuk meminimalisir dampak debu yang dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
“Upaya yang kami lakukan saat ini terus-menerus melakukan penyiraman rutin di jalan nasional depan kawasan perusahaan dan jalan hauling. Itu kami lakukan setiap hari, pagi, siang, dan sore, tergantung kondisi cuaca,” jelasnya.
Menurutnya, intensitas penyiraman bahkan ditingkatkan pada musim kemarau ketika potensi debu lebih tinggi. Pihaknya juga telah mengerahkan armada water truck khusus yang standby untuk memastikan jalan tetap dalam kondisi lembab dan aman dilalui.

Tak hanya dari internal perusahaan, Ical mengungkapkan bahwa pihak pemerintah daerah juga turut serta memastikan kondisi lingkungan di sekitar wilayah pertambangan PT Rezky Utama Jaya tetap berada dalam standar yang sehat dan aman.
“Di sisi lain dari pemerintah juga ikut memastikan kondisi lingkungan yang ada di wilayah pertambangan RUJ sampai mereka harus turun langsung ke lokasi untuk memastikan standar lingkungan yang sehat dan aman untuk perusahaan,” ungkapnya.
Hal tersebut, lanjut Ical, menjadi bukti bahwa PT Rezky Utama Jaya tidak berjalan sendiri, melainkan selalu bersinergi dan berada dalam pengawasan pemerintah terkait aspek lingkungan dan keselamatan.
Sebagai External perusahaan, Ical juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi semua pihak, termasuk FORBES Morowali, tokoh masyarakat, dan elemen pemerhati lingkungan lainnya.
“Kami sebagai External juga membuka ruang untuk semua pihak yang ingin memberikan masukan yang bersifat membangun atau memperbaiki kekurangan yang ada di PT Rezky Utama Jaya. Pintu kami selalu terbuka, mari kita diskusikan bersama demi kebaikan Morowali,” tutup Ical.
Langkah terbuka yang ditunjukkan PT Rezky Utama Jaya ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih harmonis antara perusahaan, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil di Kabupaten Morowali, sehingga persoalan lingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama tanpa harus menimbulkan polemik berkepanjangan.
(Yohanes)












