MOROWALI – Selasa, 15 September 2026 akan dikenang sangat lama oleh masyarakat Morowali sebagai hari di mana cinta Partai Demokrat benar-benar tumpah ruah dari siang hingga malam tanpa henti. Dalam satu hari yang sama, di dua lokasi berbeda, Partai Demokrat di bawah komando Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menunjukkan kepada seluruh Sulawesi Tengah mengapa mereka masih menjadi partai yang sangat dicintai rakyat, partai yang bekerja, partai yang menghibur, dan partai yang menyatukan.
Cerita itu dimulai dari siang hari di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, di mana Stadion Mini Sapta Marga Wosu yang biasanya hanya menjadi tempat latihan sederhana mendadak berubah menjadi stadion megah yang sesak oleh ribuan warga yang datang dari berbagai penjuru Morowali. Sejak pukul 15.00 WITA tribun sudah penuh, pinggir lapangan sudah tidak ada ruang kosong, bahkan warung-warung di sekitar stadion ikut panen rezeki karena lautan manusia yang datang untuk menyaksikan pembukaan resmi BERANI CUP Open Tournament Sepak Bola dan Bola Voli Putri Morowali 2026.
Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si datang dengan didampingi langsung oleh Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua DPRD Sulteng H. Syarifudin Hafid, SH.,MM, Ketua KONI Morowali, Kapolres Morowali, Dandim, Ketua TP-PKK, para Camat dan Kepala Desa se-Bungku Barat serta seluruh jajaran Forkopimda.
Namun yang paling ditunggu tentu saja adalah sambutan Gubernur, dan Anwar Hafid tidak pernah mengecewakan rakyatnya. Ia tidak membuka dengan sambutan formal yang kaku dan membosankan, ia membuka dengan dua pantun jenaka yang langsung membuat seluruh stadion bergemuruh membalas kata cakep dengan kompak.
Pergi ke Bungku melihat pesona, laut biru membentang luas, mari bertanding dengan sportif bersama Berani Cup membawa semangat yang berkualitas. Bermain bola di Tanah Morowali sorak penonton terdengar menggema, Berani Cup kita mulai hari ini satukan persaudaraan kobarkan semangat olahraga. Sontak suasana cair, penuh tawa dan tepuk tangan.
Setelah itu, Gubernur memberikan sebuah pengakuan jujur yang membuat seluruh panitia di Wosu merinding bangga dan membuat warga Morowali bertepuk dada. Ia meminta seluruh hadirin memberikan tepuk tangan paling meriah untuk ketua panitia Tasrif dan seluruh panitia yang telah bekerja keras siang malam. Dengan suara lantang ia menegaskan bahwa dari 13 kabupaten kota yang sudah ia datangi untuk membuka Berani Cup selama ini, Morowali adalah yang terbaik.
Jujur ini Berani Cup terbaik selama 13 kabupaten kota yang saya datangi. Ini sudah mirip-mirip Piala Dunia, luar biasa ini panitia.
Pujian setinggi langit itu bukan sekadar basa basi karena memang penataan panggung utama, dekorasi lapangan, tata cahaya, sound system, keterlibatan UMKM lokal hingga sistem pengamanan yang melibatkan Forkopimda memang terlihat sangat profesional, megah dan tertata rapi.
Gubernur pun menjelaskan bahwa kemegahan Wosu ini bukan tanpa alasan, karena Berani Cup Morowali ini adalah pemanasan resmi dan gladi bersih menuju hajatan olahraga yang jauh lebih besar lagi yaitu Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah yang insyaallah pada bulan Desember 2026 nanti akan dipusatkan di Kabupaten Morowali. Jadi apa yang kita lihat hari ini adalah gambaran kecil dari Porprov nanti, Morowali harus siap menjadi tuan rumah terbaik se-Sulawesi Tengah.
Ia juga memberikan motivasi berapi-api kepada seluruh atlet yang akan bertanding, ia berpesan agar para pemain menunjukkan permainan terbaik karena juara satu dan juara dua dari Morowali nanti akan ia boyong ke Kota Palu untuk dipertandingkan kembali melawan juara-juara dari kabupaten lain se-Sulawesi Tengah dalam babak grand final tingkat provinsi.
Ia juga menitipkan pesan kehormatan yang mendalam bahwa selama menggelar Berani Cup di sebelas kabupaten kota sebelumnya belum pernah ada satu pun turnamen yang ricuh atau kacau, sehingga ia meminta Morowali menjaga marwah dan nama baik.
Jadi saya minta ini kampung saya, ini kampungnya Bupati, ini kampungnya Ketua DPRD, ini kampungnya Ketua KONI, jangan bikin malu, apalagi ini juga kampungnya Pak Kapolres.
Dan inilah bagian yang paling membuat Wosu berguncang hebat, Gubernur membocorkan dua kejutan besar yang belum pernah ada di Berani Cup sebelumnya.
Kejutan pertama untuk para pecinta voli, ia memastikan bahwa untuk pertandingan bola voli putri yang akan dibuka besok malam, sudah ada tujuh pemain nasional yang pada hari itu tadi naik pesawat dan sudah mendarat di Morowali untuk ikut memeriahkan turnamen. Luar biasa ini Morowali.
Kejutan kedua yang paling membuat emak-emak menjerit histeris adalah untuk cabang sepak bola, Gubernur ternyata membawa serta klub sepak bola kebanggaannya sendiri yang akan ikut bertanding sore itu juga. Klub tersebut bukan klub biasa karena berisi tujuh hingga delapan orang mantan artis ibu kota yang kini banting setir menjadi pemain sepak bola profesional dan bermain bersama Gubernur Sulteng.
Dulu mereka artis, tapi tidak main artis lagi sekarang jadi main bola dengan Gubernur Sulteng. Nanti kalau masuk gol silakan diserbu di dalam lapangan untuk foto-foto, itu gunanya kenapa saya bawa di sini supaya buat ibu-ibu foto gratis dengan artis, candanya yang membuat ribuan ibu-ibu tertawa dan bersorak kegirangan.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Berani Cup Morowali 2026 pun resmi dimulai ditandai dengan tendangan pertama oleh Gubernur yang disambut pesta kembang api dan sorak sorai ribuan warga Wosu.
Siang itu Wosu pulang dengan bangga, namun cerita cinta Demokrat belum selesai, karena baru beberapa jam setelah itu, Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali di Bungku mendadak berubah menjadi lautan biru yang sesak dan membahana.
Selasa malam 15 September 2026, ribuan warga dari Bungku, Wosu, Bahodopi hingga pelosok desa tumpah ruah memadati setiap sudut Alun-alun Rujab untuk merayakan Malam Syukuran 25 Tahun Partai Demokrat. Panggung megah dengan layar videotron raksasa menampilkan logo resmi 25 TAHUN PARTAI DEMOKRAT dengan tagline tegas MEMAJUKAN EKONOMI, MENEGAKKAN KEADILAN, MENJAGA DEMOKRASI berdiri kokoh dan menyala terang.
Sejak maghrib arus manusia terus mengalir, warna biru putih mendominasi, kader, simpatisan, emak-emak, anak muda, hingga tokoh-tokoh penting semua berkumpul dalam satu warna dan satu cinta. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh MC yang membakar semangat ribuan kader, dilanjutkan dengan doa bersama memohon rida dan keberkahan dari Allah SWT untuk perjalanan 25 tahun Partai Demokrat mengabdi kepada rakyat.
Satu per satu tamu kehormatan disambut dengan penuh hormat, Gubernur Sulawesi Tengah yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si hadir bersama Ketua Srikandi Demokrat Sulteng yang juga Ketua TP-PKK Sulteng Ibu Sry Nirwati Bahasoan, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf bersama Wakil Bupati Iriane Ilyas, Ketua DPC Demokrat Morowali yang juga Wakil Ketua DPRD Sulteng Syarifudin Hafid, Ketua KONI Provinsi, jajaran Forkopimda, para asisten, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan ribuan keluarga besar Partai Demokrat.
Ada satu momen haru yang membuat suasana menjadi sangat kekeluargaan, sang Ketua Koni Sulawesi Tengah, Muhammad Fatur Razaq, dengan suara bergetar mengaku bahwa ia tinggal di rumah Gubernur sejak kecil dan dididik langsung oleh Gubernur dan Ibu Sry Nirwati sejak kecil sampai besar, sebuah bukti bahwa Partai Demokrat di Morowali bukan sekadar organisasi politik tapi sebuah keluarga besar yang saling membesarkan.
Dan inilah puncak yang ditunggu-tunggu, ketika Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si naik ke atas panggung, suasana yang tadinya riuh mendadak hening.
Di hadapan lautan manusia berbaju biru yang tumpah ruah, Gubernur Sulteng itu membuka sambutannya bukan dengan kebanggaan, tapi dengan duka yang mendalam dan empati yang tulus. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat masyarakat Morowali tumpah ruah membersamai Partai Demokrat merayakan HUT ke-25, namun di tengah kebahagiaan itu ia juga merasakan duka yang dalam kepada saudara-saudara di NTT yang mengalami gempa bumi dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, serta di Sulawesi Tengah yang sedang mengalami kebakaran di beberapa daerah termasuk kemarin sore di Pendolo di mana satu gedung SMA terbakar.
Ia mengajak ribuan warga untuk mendoakan agar Sulawesi Tengah dan Morowali senantiasa dijauhkan dari segala bencana dan bala yang menyusahkan. Ribuan warga yang tadinya bersorak seketika terdiam dan mengamini doa tersebut, sebuah momen haru yang jarang terjadi di tengah pesta politik.
Setelah itu, Anwar Hafid bernostalgia tentang sejarah panjang Partai Demokrat di tanah Morowali, ia menegaskan bahwa Partai Demokrat sepuluh tahun mengabdi di Morowali memulai dari titik nol, berjuang bersama rakyat dan alhamdulillah selama sepuluh tahun telah berhasil meletakkan fondasi bagi pembangunan di Morowali, dan sekarang di Sulawesi Tengah Partai Demokrat sedang berkiprah untuk membangun Sulawesi Tengah, sehingga ia memohon doa dari seluruh warga agar Partai Demokrat senantiasa eksis dan konsisten selalu bersama-sama rakyat memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ada informasi penting dan prestisius yang ia bocorkan malam itu yang membuat warga Morowali semakin bangga, bahwa perayaan HUT 25 Tahun Partai Demokrat di Sulawesi Tengah ternyata hanya dilakukan di dua tempat saja, yaitu di Morowali malam ini dan tanggal 26 nanti akan diadakan di Kabupaten Banggai di Dataran Toili, artinya Morowali mendapat kehormatan istimewa menjadi tuan rumah utama perayaan akbar 25 tahun Partai Demokrat se-Sulawesi Tengah.
Dan inilah pesan paling tegas dan paling bersejarah yang akan dicatat sebagai instruksi sakral di panggung biru malam itu.
Dengan suara lantang dan tegas, sebagai Ketua DPD ia memberikan instruksi politik yang tidak bisa ditawar-tawar lagi kepada seluruh kadernya di Morowali. Ia mengatakan bahwa membangun daerah harus bersama-sama, Demokrat dulu pernah di luar pemerintahan, Demokrat dulu pernah di dalam pemerintahan, dan hari ini Demokrat berada di dalam pemerintahan, artinya bahwa di Morowali ia menginstruksikan kepada seluruh kader Demokrat untuk mendukung sepenuhnya Bupati dan Wakil Bupati untuk bersama-sama membangun Morowali yang tercinta ini.
Pernyataan itu langsung disambut gemuruh teriakan setuju dari ribuan massa yang hadir.
Ia memberikan alasan yang sangat kuat dan logis mengapa Morowali harus didukung bersama, ia membeberkan data fiskal yang mengejutkan bahwa Morowali adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang kekuatan fiskalnya sangat kuat, di tengah efisiensi anggaran dan di tengah daerah lain yang tidak bisa menggaji guru dan P3K, Morowali justru memiliki ketahanan fiskal yang cukup kuat, sehingga mari kita bersama-sama membangun Morowali.
Puncaknya adalah ajakan persatuan yang menyentuh hati dan membakar semangat ribuan orang. Ia menegaskan bahwa ini bukan soal partai mana, ini bukan soal warna apa, tapi kita semua bertanggung jawab untuk memajukan Morowali yang kita cintai ini, ia bahkan mengajak dialog langsung dengan warga, setuju, setuju Morowali terbang, setuju Morowali maju, satu-satunya jalan kita semua bersatu, tidak usah lihat warnanya, tidak usah lihat kelompoknya, tapi mari kita lihat bagaimana kita bisa memberi sumbangsih bagi Morowali yang kita cintai ini.
Ia juga memastikan bahwa program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Sembilan Berani yang sedang digalakkan akan ikut berkontribusi untuk membantu Pemerintah Kabupaten Morowali.
Di akhir sambutannya, ia terlihat takjub dan terharu melihat lautan manusia malam itu, ia mengatakan sering mengadakan acara di Morowali tapi malam ini terasa paling banyak orang, ia meminta kesepakatan untuk tertib.
Sebelum turun panggung, ia memanjatkan tiga doa tulus yang membuat warga terharu, ia mendoakan yang hadir malam ini pulang dalam keadaan selamat, tiba di rumah tanpa halangan apa pun, dan pulang dalam keadaan happy untuk bergoyang bersama NDX AKA.
Dan kalimat penutupnya menjadi bukti cinta Partai Demokrat yang sesungguhnya kepada rakyat Morowali dan menjadi kalimat yang akan terus diingat, ia bertanya kepada warga apakah baru pertama kali melihat NDX datang di Morowali malam ini, dan ia menegaskan itulah cintanya Demokrat kepada rakyat Morowali.
Sesusah-susahnya mendatangkan NDX tapi demi Morowali tercinta kita adakan malam ini.
Detik berikutnya setelah pidato bersejarah itu, panggung hiburan rakyat yang dijanjikan pun dimulai, grup musik fenomenal NDX AKA naik ke atas panggung megah Partai Demokrat, lampu biru putih menyala, musik dangdut hip hop menghentak, dan ribuan warga bernyanyi dan berjoget bersama tanpa sekat antara pejabat dan rakyat, Bupati ikut bergoyang, Gubernur ikut bertepuk tangan, Morowali benar-benar ambyar semalam suntuk.
Dalam satu hari penuh, dari Wosu hingga Alun-alun Rujab, Partai Demokrat telah membuktikan tagline resminya secara nyata, Memajukan Ekonomi lewat Berani Cup terbaik mirip Piala Dunia dan pengakuan kekuatan fiskal Morowali, Menegakkan Keadilan dengan instruksi tegas mendukung pemerintahan yang sah demi pembangunan, dan Menjaga Demokrasi dengan merangkul semua warna untuk bersatu membangun Morowali yang terbang dan maju.
Itulah Sehari Penuh Cinta Demokrat Untuk Morowali, bukan sekadar pesta, tapi bukti bahwa Demokrat selalu ada, selalu bersama rakyat, dan selalu mencintai Morowali.(*)












