MOROWALI – Jika di tempat lain pemilihan Badan Permusyawaratan Desa atau BPD identik dengan suasana sepi dan minim peminat, tidak demikian dengan Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah. Desa ini membuat gebrakan yang pertama dan paling berani di Kabupaten Morowali. Pada Hari Minggu, 20 September 2026 nanti, Pemilihan BPD Desa Ipi Periode 2026-2034 akan digelar dengan konsep yang sangat unik dan menghebohkan warga yaitu COBLOS BERHADIAH.
Motto itu terpampang besar dan meriah di pamflet resmi yang kini viral di grup-grup WhatsApp warga Ipi. Coblos Berhadiah, Suaramu untuk Desa, Hadiah untuk Warga, Dari Kita Untuk Desa Ipi. Kalimat itu bukan sekadar slogan, tapi sebuah janji pesta demokrasi yang akan memberikan apresiasi langsung kepada warga yang mau datang dan menggunakan hak pilihnya.
Pemilihan akan dipusatkan di Aula Balai Desa Ipi dengan dua titik pencoblosan. TPS 1 untuk DAPIL 1 yang meliputi Dusun 1, RT 2 dan RT 3, dan TPS 2 untuk DAPIL 2 yang meliputi Dusun 2, RT 1 dan RT 4. Waktu pencoblosan mulai pukul 07.00 hingga 13.00 Wita. Di pamflet itu juga tertulis jelas ajakan yang bikin penasaran, Datang, Coblos, Dapat Hadiah, Hadir dan Menangkan Undiannya, 9 Hadiah Utama dan hadiah hiburan lainnya. Siapapun yang datang mencoblos akan mendapatkan kupon undian dan berkesempatan membawa pulang hadiah.
Inovasi ini langsung menjadi bahan pembicaraan hangat. Banyak yang bertanya-tanya apakah ini diperbolehkan, apakah ini politik uang. Dan untuk itulah media ini melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Ipi pada Selasa, 16 September 2026.
“Dengan gaya santai dan penuh canda, Kepala Desa Ipi, Abdul Wahab Abd Rauf menegaskan bahwa konsep ini murni untuk meramaikan dan meningkatkan antusias warga. Ia untuk 9 calon tidak memihak hanya untuk meramaikan wajib pilih agar antusias datang memilih,” ungkapnya.
Penegasan itu sangat penting, bahwa 9 calon anggota BPD tidak saling memihak, tidak ada yang diuntungkan, semuanya patungan bersama Kepala Desa dan Ketua Panitia Arham untuk membuat warga semangat datang ke TPS. Dana hadiahnya pun ditegaskan bukan dari Dana Desa, melainkan dari sponsorship pribadi Kepala Desa Ipi dan 9 calon anggota BPD yang bertarung.
Inilah kedewasaan politik yang patut diacungi jempol di Desa Ipi. Sembilan calon yang seharusnya bersaing ketat justru kompak urunan. Mereka adalah untuk Dapil 1, Moh. Arif Umar, S.Sos, Marlina, S.Sos, Samra, Ganirun, dan Sahrir Gunawan H. Ilyas, S.I.P, dan untuk Dapil 2, Moh. Zulkifli Hasan, S.T, Asriyansyah, S.Sos, Lukman K, dan Farha N., S.H. Semua calon dengan latar belakang pendidikan dan pengabdian yang berbeda namun dengan satu tujuan yang sama yaitu membangun Desa Ipi menjadi lebih baik.
Kepala Desa Ipi mengungkapkan alasan di balik ide cemerlang ini. Selama ini partisipasi warga pada pemilihan BPD sangat rendah, banyak warga yang apatis karena menganggap BPD tidak penting. Padahal BPD adalah jantungnya demokrasi desa, mitra sejajar Kepala Desa yang akan mengawal aspirasi warga dan pembangunan selama 8 tahun ke depan dari 2026 hingga 2034. Jika BPD diisi oleh orang-orang hebat namun dipilih dengan partisipasi rendah, tentu legitimasi dan semangat membangunnya juga kurang. Maka dengan Coblos Berhadiah, diharapkan seluruh wajib pilih di Ipi akan tumpah ruah datang ke Balai Desa.
Gunakan Hak Pilih Anda, begitu tulisan besar di pojok pamflet yang mengingatkan betapa pentingnya satu suara. Dan kini ada alasan tambahan untuk tidak golput, karena kehadiran Anda akan diapresiasi. Bayangkan, Anda datang, mencoblos calon terbaik menurut hati nurani, lalu Anda masih berkesempatan membawa pulang hadiah utama. Pesta demokrasi yang benar-benar pesta.
Semangat yang dibangun di Desa Ipi ini sejalan dengan tagline yang mereka usung di bagian bawah pamflet, Bersatu, Berpartisipasi, Membangun Desa Ipi, Menuju Masa Depan Yang Lebih Baik, Bersama Wujudkan Desa Ipi Yang Lebih Baik. Ini bukan lagi soal siapa yang menang dan kalah, tapi soal bagaimana seluruh warga Ipi bersatu untuk menentukan masa depan desanya sendiri dengan cara yang gembira dan penuh kebersamaan.
Dengan terobosan ini, Desa Ipi kini menjadi sorotan dan inspirasi bagi desa-desa lain di Morowali. Jika cara ini berhasil mendongkrak partisipasi hingga di atas 80 persen, maka Ipi akan tercatat sebagai desa pelopor demokrasi kreatif di Morowali. Jadi untuk seluruh warga Desa Ipi, jangan lupa, simpan tanggalnya, Hari Minggu, 20 September 2026, jam 07.00 sampai 13.00 Wita di Aula Balai Desa Ipi, TPS 1 dan TPS 2. Datang, Coblos, dan Menangkan Hadiahnya. Karena di Ipi, setiap suara sangat berarti dan setiap kehadiran sangat dihargai.(red/*)












