Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
OrganisasiSosial

Morowali Memanas! GAPIT Siap Kawal Ketat Pembangunan Intake Bendung Sungai Karaupa

108
×

Morowali Memanas! GAPIT Siap Kawal Ketat Pembangunan Intake Bendung Sungai Karaupa

Sebarkan artikel ini

Morowali – Rencana pembangunan intake di Bendung Sungai Karaupa, Kecamatan Bumi Raya, resmi dikawal ketat oleh Gerakan Petani Indonesia Menggugat (GAPIT). Penolakan keras sempat disuarakan karena titik awal intake direncanakan berada di atas bendung.

“Dari awal kami menolak penuh. Kalau posisinya di atas bendung, tidak ada diskusi, kami tolak sepenuhnya,” tegas Ketua GAPIT Morowali,  Alimuddin, Ditempat yang berbeda, Senin (04/05/2026).

Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, PT Indonesia Huabao Industri Park (IHIP) atau PT Bahosua Taman Industri Investment Group (BTIIG) akhirnya memindahkan titik intake ke bawah bendung. Lokasi baru ini dinilai hanya mengambil sisa air sehingga dampak langsung ke petani berkurang. Meski begitu, GAPIT menegaskan tetap akan mengawal prosesnya karena proyek ini bersentuhan langsung dengan sektor pertanian.

Syarat Ketat untuk Perusahaan
GAPIT tidak tinggal diam. Dalam sosialisasi terbaru, mereka mengajukan syarat ketat agar kehadiran investasi memberi manfaat nyata bagi petani dan warga sekitar, bukan hanya menimbulkan dampak negatif.

“Ada aturan main yang harus membatasi gerak perusahaan. Jangan sampai mereka seenaknya ambil air di atas bendung,” ujar Alimuddin.

Fokus utama advokasi GAPIT adalah memastikan ada keseimbangan. “Kami kawal supaya mereka jalan dan kami juga tetap jalan tanpa merugikan satu sama lain. Syarat-syarat ini jadi barometer apakah proyek ini lanjut atau tidak,” katanya.

Petani Harus Jadi Prioritas Tenaga Kerja
Alimuddin juga menyoroti pergeseran generasi milenial yang kini lebih memilih sektor industri dibanding pertanian. Untuk itu, GAPIT menuntut adanya simbiosis mutualisme: perusahaan boleh mengambil air, tapi harus menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.

Poin kesepakatan hasil diskusi panjang sudah tertuang dalam berita acara. Di antaranya mencakup penyerapan tenaga kerja, kemitraan strategis perusahaan dengan petani, serta komitmen menjaga lingkungan dan debit air di Bendung Sungai Karaupa. Kualitas air disebut krusial karena dibutuhkan baik oleh petani maupun perusahaan.

“Jadi kita bersama-sama menjaga komitmen kualitas air di Bendung Sungai Karaupa,” tutup Alimuddin.

 

(Yohanes / Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250