Morowali, Sulawesi Tengah — Amarah pecah. HIPPMA Bungku Barat angkat suara keras-keras menolak rekrutmen Huabao yang dianggap “elitis” dan menutup pintu bagi anak daerah.
Pemicunya: lowongan Staff Executive Bisnis Tambang yang mensyaratkan lulusan dari institusi tertentu. Bagi HIPPMA, itu bukan standar kualitas — itu pagar pembatas.
“Ini bukan soal kerja, ini soal keadilan. SDA dihisap di tanah kami, tapi kami yang dipinggirkan dengan syarat yang tidak masuk akal,” tegas Ketua Umum HIPPMA Bungku Barat, Rahmat Hidayat. Sabtu(02/05/2026)
Rahmat menyebut pola rekrutmen seperti ini cuma bikin jurang makin dalam: orang luar masuk, orang lokal jadi penonton.
“Kami tidak anti kualitas. Kami anti ketidakadilan. Kalau Huabao mau bangun Morowali, buktikan: latih orang kami, rekrut orang kami, bukan pasang syarat yang jelas-jelas menyingkirkan,” lanjutnya.
Tuntutan HIPPMA jelas dan keras:
1. Hapus syarat eksklusif yang mengunci akses putra daerah
2. Prioritaskan tenaga kerja lokal di semua lini
3. Buka data rekrutmen biar publik bisa mengawasi
Ancaman juga dilontarkan: kalau tidak ada respon nyata, langkah lanjutan siap digulirkan.
“Jangan paksa kami cuma jadi penonton di kampung sendiri. Industri tanpa keadilan cuma lahirkan ketimpangan baru,” tutup Rahmat dengan nada tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Huabao.
(Yohanes/ Whatsapp : 081371835194)















