MOROWALI bedahnusantaraindonesia.id – Dukungan moral mengalir untuk Polri dari masyarakat Morowali. Di tengah panasnya konflik antara warga dengan PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, sikap tegas dan humanis dua perwira Polda Sulteng mendapat acungan jempol.
Pengurus LSM Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Morowali, Rustam, atas nama pribadi dan lembaga secara terbuka memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., dan Danyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulteng Kompol Dimas Putra Kembaran, S.I.K., M.H.
Apresiasi itu disampaikan Rustam kepada media ini, Minggu malam (04/10/2026).
Menurutnya, apa yang dilakukan kedua perwira yang tampak turun langsung ke TKP malam itu, memegang tongkat komando di antara deretan truk tambang dan kendaraan taktis Brimob, adalah cerminan Polri yang sesungguhnya: hadir, cepat, dan tidak membiarkan rakyatnya sendiri.
“Saya atas nama pribadi dan GANN Morowali memberikan apresiasi luar biasa kepada Bapak Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini dan Bapak Danyon Brimob Kompol Dimas Putra Kembaran. Mereka tidak hanya memerintah dari kantor, tapi turun langsung pimpin pengamanan di Matarape,” tegas Rustam.
Rustam menilai, langkah cepat evakuasi 75 WNA dan penanganan korban luka yang terdiri dari 3 WNI dan 1 WNA adalah keputusan yang sangat tepat. Jika tidak, konflik bisa meledak dan meluas.
“Kami masyarakat Morowali sangat mendukung penuh langkah Polri. Ini bukti negara hadir. Penanganan yang profesional, terukur, dan humanis oleh Polres Morowali dan Brimob Polda Sulteng patut diacungi jempol. Ini yang kami mau, Polri yang mengayomi,” tambahnya.
Ia juga mendukung penuh proses hukum yang kini berjalan, termasuk pemeriksaan intensif para saksi dan koordinasi dengan Imigrasi terkait legalitas puluhan WNA tersebut.
“Jangan kasih kendor. Periksa semua sesuai hukum yang berlaku. Kami dari GANN berdiri di belakang Polri untuk menjaga Morowali tetap kondusif. Jangan mudah terprovokasi, percayakan pada Kapolres dan Danyon,” tutup Rustam.
Aksi turun gunung AKBP Reza dan Kompol Dimas di lokasi konflik hingga malam hari itu kini menjadi buah bibir warga, sebagai simbol sinergitas Polri dan masyarakat dalam menjaga kedamaian Bumi Tepe Asa Moroso.
(Yohanes)












