MOROWALI — Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Morowali periode 2026–2031 melakukan kunjungan resmi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Morowali, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC PKB Kabupaten Morowali periode 2026–2031 kepada penyelenggara Pemilu di tingkat kabupaten.
Rombongan DPC PKB Morowali dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Morowali, Sahabat Nursabah, S.Kep., Ners., S.Farm., M.Kes., bersama jajaran pengurus DPC PKB Morowali.
Kehadiran Nursabah kembali sebagai Ketua DPC PKB Morowali bukanlah sebuah proses yang berlangsung tanpa tahapan. Ia kembali dipercaya menakhodai PKB Morowali setelah melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang diselenggarakan oleh DPP PKB.
Kepercayaan tersebut sekaligus menandai keberlanjutan kepemimpinan Nursabah di tubuh PKB Morowali, dengan membawa semangat baru melalui komposisi kepengurusan yang semakin memberikan ruang kepada generasi muda.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPC PKB Morowali diterima secara resmi oleh Ketua KPU Kabupaten Morowali, Sahabat Adhar, bersama jajaran komisioner KPU Kabupaten Morowali.
Turut mendampingi Ketua DPC PKB Morowali antara lain Sahabat Heriyono selaku Sekretaris, Sahabat Dafrin selaku Bendahara, serta Sahabat Syahlan, M.M. selaku Wakil Ketua I sekaligus Ketua Harian DPC PKB Morowali, bersama sejumlah jajaran pengurus lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Morowali menyampaikan ucapan selamat atas kembali dipercayakannya Nursabah memimpin PKB Morowali.
“Saya ucapkan selamat atas terpilihnya kembali Ibu Ketua memimpin PKB Morowali. Ini wajah lama, tetapi dengan semangat baru, yang ditandai dengan jajaran pengurus yang banyak diisi oleh anak-anak muda,” ujar Sahabat Adhar.
Ketua KPU Morowali juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi DPC PKB Morowali dengan formasi kepengurusan yang lengkap. Menurutnya, kedatangan PKB secara langsung ke KPU untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan SK kepengurusan merupakan bentuk keseriusan partai dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pemilu ke depan.
“Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kunjungan resmi DPC PKB Morowali. PKB menjadi partai pertama yang secara resmi datang bersilaturahmi sekaligus menyerahkan SK kepengurusan secara langsung. Ini menunjukkan bahwa PKB serius mempersiapkan diri menghadapi tahapan-tahapan Pemilu ke depan,” ungkapnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai dinamika kepemiluan, termasuk perkembangan wacana perubahan regulasi, kemungkinan revisi Undang-Undang Pemilu, serta berbagai opsi penataan daerah pemilihan dan pembagian wilayah yang berpotensi memengaruhi kontestasi politik ke depan.
Menanggapi dinamika tersebut, Ketua DPC PKB Morowali, Nursabah, menegaskan bahwa PKB tidak ingin menjadi partai yang hanya bergerak ketika tahapan Pemilu telah dimulai.
PKB Morowali memilih untuk mempersiapkan diri lebih awal, membaca setiap perubahan, memahami setiap regulasi, dan memastikan seluruh struktur partai siap menghadapi setiap kemungkinan.
“Insya Allah PKB Morowali akan terus update dan prepare. Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi Pemilu, baik Pemilu legislatif maupun Pilkada mendatang. Prinsip kami jelas, PKB siap mengikuti setiap aturan dan tahapan yang ditetapkan oleh penyelenggara Pemilu,” tegas Nursabah.
Menurutnya, perubahan maupun dinamika regulasi bukan sesuatu yang harus disikapi dengan kekhawatiran, melainkan harus dijadikan sebagai bahan untuk memperkuat kesiapan organisasi.
“Bagi kami, setiap kemungkinan adalah bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi dengan kesiapan. Apakah nantinya terjadi penambahan Dapil, perubahan pembagian wilayah, ataupun penyesuaian regulasi lainnya, PKB Morowali harus berada dalam posisi siap. Kita tidak boleh menunggu aturan berubah baru kemudian bergerak. Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang,” lanjutnya.
Nursabah menambahkan, kepengurusan periode 2026–2031 akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas basis kaderisasi, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dan perempuan dalam politik.
Baginya, regenerasi bukan sekadar pergantian nama dalam struktur kepengurusan, tetapi merupakan investasi politik jangka panjang untuk memastikan PKB tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat Morowali.
“Kita ingin PKB hadir bukan hanya saat Pemilu. PKB harus hadir dalam kehidupan masyarakat, mendengar aspirasi mereka, memperjuangkan kepentingan rakyat, dan membangun politik yang sehat, santun, tetapi tetap tegas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Nursabah.
Kunjungan resmi ke KPU Morowali tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa DPC PKB Morowali periode 2026–2031 telah menyiapkan langkah awal untuk menghadapi dinamika politik dan kepemiluan ke depan.
Dengan kepengurusan baru, energi baru, serta pengalaman organisasi yang telah dibangun selama beberapa periode, PKB Morowali menyatakan siap menjaga komunikasi dengan penyelenggara Pemilu, menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan, dan terus melakukan konsolidasi internal.
PKB Morowali siap menghadapi setiap tahapan. Bukan sekadar siap bertanding, tetapi siap bekerja, siap beradaptasi, dan siap memenangkan kepercayaan masyarakat melalui kerja politik yang nyata.
“Kita tidak takut terhadap perubahan. Kita justru harus siap menyambut perubahan dengan organisasi yang kuat, kader yang siap, dan strategi yang matang. Karena politik ke depan membutuhkan bukan hanya keberanian, tetapi juga kesiapan,” pungkas Nursabah.
Pertemuan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban dan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi serta sinergi antara partai politik dan penyelenggara Pemilu dalam rangka mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Morowali.(*)












