MOROWALI – Ribuan warga Kabupaten Morowali memadati lokasi kegiatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat, Jumat (17/7/2026). Agenda nasional ini dirangkaikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu, sekaligus menjadi panggung Gubernur Sulawesi Tengah sekaligus Ketua DPD Demokrat Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, untuk menyampaikan sejumlah pesan politik dan pembangunan.
Acara yang digagas DPC Partai Demokrat Morowali di bawah Ketua Panitia Haji Syarifudin Hafid ini merupakan instruksi langsung DPP Demokrat dan arahan DPD ke seluruh DPC se-Sulawesi Tengah. Kegiatan serupa akan berlangsung serentak di ratusan kabupaten hingga puncaknya pada 9 September 2026.
DEMOKRAT: TIDAK BICARA POLITIK, FOKUS BANTU PEMERINTAH
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa peringatan HUT ke-25 ini sengaja “diminimalisir” dari nuansa politik praktis.
“Partai Demokrat hari ini berada di dalam pemerintahan. Partai Demokrat berdiri tegak lurus dengan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya di hadapan kader dan masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak dulu berpikir soal kekuasaan dan periode jabatan.
“Kalau setiap pejabat dari tingkat nasional sampai desa sudah berpikir bagaimana supaya bisa dua periode, maka pastikan kita akan gagal mensejahterakan rakyat kita,” ujarnya.
Menurutnya, tugas utama Demokrat saat ini adalah membantu pemerintah. Di Morowali bantu Pemkab Morowali. Di Sulteng bantu Gubernur dan Wagub. Di pusat bantu Presiden Prabowo dan Wakil Presiden.
USUNG TEMA “INDONESIA ASRI” DAN “LANGIT HARUS TETAP BIRU”
Anwar Hafid mengusung tema ‘Indonesia Asri’ yang merupakan program langsung dari Presiden Prabowo. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Padi akan menguning. Jadi itu harus dukung supaya langit tetap biru. Karena kalau tidak biru pasti padi pusok. Nelayan tidak akan bisa melaut kalau langitnya hitam,” katanya.
Ia juga menyebut program “gentengisasi” dari Presiden untuk memanfaatkan produk lokal.
“Inilah misi Demokrat. Tidak melihat warna apa pun yang penting langitnya biru,” imbuhnya sambil disambut tepuk tangan kader.
BANGGA 10 TAHUN DEMOKRAT MERINTIS MOROWALI, PUJI FISKAL TERKUAT DI SULTENG
Mantan Bupati Morowali 2 periode ini juga bernostalgia. Ia menyebut 10 tahun Demokrat merintis pembangunan Morowali.
“Kita tahu persis bagaimana kondisi Morowali tahun 2007. Ekonomi tidak jalan. Lampu kita cuma 6 jam. Segalanya serba kurang,” kenangnya.
Ia menyebut Morowali kini sudah sangat maju di bawah kepemimpinan Pak Iksan dan Iren.
“Satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang kekuatan fiskalnya sangat kuat adalah Kabupaten Morowali hari ini,” pujinya.
DORONG HILIRISASI KELAPA: AIR KELAPA RP70 RIBU DI CHINA
Sorotan lain datang saat Anwar Hafid bercerita hasil studi banding ke Provinsi Hainan, China. Ia terkejut melihat harga produk olahan kelapa di sana.
Di China itu saya minum air Aqua itu ternyata airnya air kelapa. Satu botol air kelapa itu tujuh puluh ribu. Begitu mahalnya. Dari mana kelapanya? Dari Sulawesi Tengah kebanyakan,” ungkapnya.
Ia bersyukur di Morowali sudah dibangun pabrik pengolahan kelapa. “Tidak lagi kelapa kita diekspor dalam bentuk biji. Tapi sudah bisa diolah sehingga susu kelapa dan macam-macam produknya itu akan diproduksi di Kabupaten Morowali,” jelasnya.
Ini bagian dari upaya Pemprov dan Pemkab agar daerah tidak lagi tergantung terus kepada tambang, tapi beralih ke pertanian, perikanan, dan perkebunan.
DUKUNG “BERANI SEHAT” DAN “CEK KESEHATAN GRATIS”: 30% WARGA MOROWALI SUDAH MANFAATKAN
”
Selaras dengan visi Pemprov Sulteng ‘Berani Sehat’, Demokrat Morowali menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Anwar Hafid menyebut ini adalah program Presiden Prabowo.
“Sudah tiga puluh persen rakyat Morowali yang menggunakan fasilitas itu padahal gratis. Pengobatan di rumah sakit gratis. Pengobatan di puskesmas gratis. Tidak boleh dibayar,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya cek kesehatan rutin untuk mencegah penyakit seperti kolesterol, gula darah, asam urat, dan darah tinggi.
“Itu gunanya cek kesehatan. Itu programnya Presiden. Supaya jangan terlalu banyak orang sakit,” tegasnya.
SOROTI INFLASI IKAN DAN KLARIFIKASI “BERANI CERDAS”
Dalam kesempatan itu, Anwar juga menyinggung persoalan ekonomi. Ia menyebut ikan sebagai komoditas dengan inflasi tertinggi di Morowali.
“Terima kasih Ibu Wagub sudah bisa mengendalikan beras, tapi ikan belum bisa dikendalikan. Sehingga harga masih naik,” ujarnya.
Ia juga mengklarifikasi pemberitaan terkait rapat program ‘Berani Cerdas’ di SMA 1 Morowali.
“Itu rapat internal pemerintah provinsi khusus untuk pegawai provinsi. Jadi sengaja tidak undang pemerintah daerah,” jelasnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
KOMITMEN PANITIA: KERJA NYATA UNTUK RAKYAT
Ketua Panitia, Haji Syarifudin Hafid, menyebut kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran Demokrat di tengah masyarakat.
“Kalau dia bilang Pak Ketum, Partai Demokrat harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan manfaat sekecil apapun,” katanya.
Ia melaporkan peserta adalah seluruh lapisan masyarakat kurang mampu dan di akhir acara diberikan sembako gratis untuk meringankan beban warga.
Kegiatan ditutup dengan ajakan tertib mengikuti pemeriksaan kesehatan, mengambil sembako, dan dukungan penuh dari unsur Forkopimda Morowali
(Yohanes)












