Morowali – Amarah warga Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Morowali pecah total. Senin 18 Mei 2026, ratusan massa mengepung Polres Morowali dalam aksi demonstrasi panas. Mereka menuntut pembongkaran skandal dana Tali Asih Rp443 juta yang diduga hilang entah ke mana.
Pusat kemarahan warga tertuju pada dana Rp443 juta lebih yang tiba-tiba disebut “nongkrong” di Polres. Publik bertanya-tanya: kok bisa uang rakyat nyasar ke kantor polisi?
“Itu yang kita pertanyakan juga. Kenapa bisa sampai di Polres? Apakah tuyul yang bawa?” sentak Nur Hidayah, mewakili warga, di Polres Morowali dengan suara bergetar menahan emosi.
Pernyataan itu langsung mengguncang suasana. Warga menilai ada yang tidak beres dan mencium aroma permainan di balik dana kompensasi perusahaan.
“Kami Dibodoh-bodohin Terus!”
Nur Hidayah tak menutupi kekecewaan. Ia menyebut warga Topogaro sudah muak jadi korban janji kosong.
“Pokoknya mulai dari kasus Jetty sampai dana Tali Asih, kami dibodoh-bodohin terus,” tegasnya.
Bagi warga, ini bukan pertama kali. Rangkaian dugaan penyimpangan sejak kasus Jetty hingga Tali Asih dianggap sebagai bukti bahwa masyarakat terus dipermainkan.
Tuntutan Keras Warga: Tangkap dan Tahan Pelakunya!. Jelaskan secara rinci kenapa Rp443 juta bisa berada di Polres Morowali. Tahan sementara terduga pelaku. “Kasih bermalam dia di Polres, 1 minggu atau 2 minggu. Siapa tahu bisa merenungi kesalahannya selama menyiksa masyarakat,” ujar Hidayah lantang.
Polisi: Uang Masih Ada, Tapi Kasus Masih Gelap
Pihak Polres Morowali merespons cepat. Kasat Reskrim AKP Wawan Kurnadi melalui KBO Reskrim IPTU Abd Hamid Daeng Mapato menyatakan kasus ini masih di tahap penyelidikan. Artinya, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.
Fakta mengejutkan muncul saat Bendahara Tim Tali Asih, Ahmad, dipanggil. Ia datang membawa uang tunai Rp443 juta dalam kondisi utuh. Polisi mengaku melihat sendiri uang itu tidak berkurang sepeser pun.
Meski begitu, dana belum disita. Polisi beralasan masih menunggu keterangan pimpinan perusahaan dan ahli pidana untuk membongkar duduk perkara.
Pertanyaan Besar yang Belum Terjawab
Polres Morowali mengimbau warga tetap tenang dan tidak berspekulasi liar. Mereka berjanji akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.
(Yohanes)















