Scroll untuk baca artikel
Polri

Dua Perwira Turun Gunung! Kapolres Morowali dan Danyon C Brimob Pimpin Langsung Pengamanan Matarape, 75 WNA Dievakuasi

0
×

Dua Perwira Turun Gunung! Kapolres Morowali dan Danyon C Brimob Pimpin Langsung Pengamanan Matarape, 75 WNA Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, bedahnusantaraindonesia.id – Bukan sekadar memerintah dari belakang meja. Ketika situasi Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan memanas pasca bentrok warga vs PT Astima Konstruksi (Askon), dua perwira terbaik Polda Sulteng turun langsung ke garis depan.

Tampak dalam foto, Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., bersama Komandan Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulteng Kompol Dimas Putra Kembaran, S.I.K., M.H., bahu-membahu memimpin pengamanan di TKP, Sabtu malam (03/10/2026). Keduanya memegang tongkat komando, menyisir lokasi di antara deretan truk tambang dan kendaraan taktis Brimob.

Kehadiran dua pemimpin lapangan ini menjadi bukti sinergitas dan kecepatan respons Polri. Personel gabungan Polres Morowali, Polres Konawe Utara, dan dua SSK Batalyon C Pelopor diterjunkan untuk mengunci situasi agar tidak meluas.

Sinergi Reza-Dimas ini langsung membuahkan hasil. Situasi yang sempat mencekam berhasil diredam tanpa ada bentrokan susulan.

Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat saat krisis.

“Personel masih siaga di lokasi sebagai langkah antisipasi agar kejadian ini tidak meluas. Kami pastikan kehadiran kami untuk melindungi semua pihak,” ujar Reza di lokasi.

Di bawah komando lapangan yang solid, Polres Morowali bergerak cepat. Data sementara, empat orang mengalami luka-luka, terdiri dari tiga WNI dan satu WNA yang kini masih dirawat. Langkah paling krusial adalah evakuasi 75 WNA dari lokasi konflik untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Polres Morowali telah mengevakuasi 75 WNA serta telah membawa WNA tersebut ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan, dan personel Satreskrim telah melakukan tindakan awal yakni mengamankan TKP,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Danyon C Pelopor Kompol Dimas Putra Kembaran memastikan pasukannya mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas. Pasukan Brimob disiagakan penuh untuk membackup Polres Morowali menjaga perimeter dan mengamankan aset vital.

Kapolres menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Imigrasi untuk audit total dokumen dan legalitas puluhan WNA tersebut.

“Polres Morowali akan menangani kejadian ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara intensif serta berkoordinasi dengan pihak terkait,” tandasnya.

Di tengah debu tambang dan ketegangan warga, kehadiran langsung Kapolres dan Danyon di tengah malam itu menjadi pesan kuat: Negara hadir, Polri tidak tinggal diam. Keduanya pun mengimbau warga menahan diri.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Percayakan penanganan kejadian ini kepada pihak Kepolisian dan mari bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” tutup Kapolres.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *