Morowali – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Morowali kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen itu disampaikan dalam Seminar Proposal Skripsi Mahasiswa yang digelar Selasa, 26 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi tahap penting sebelum mahasiswa terjun ke lapangan. Melalui seminar, setiap proposal skripsi mendapat masukan agar penelitian yang dilakukan sesuai kaidah ilmiah dan relevan dengan kebutuhan daerah.
Penelitian Harus Berdampak, Bukan Sekadar Akademis
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu STAI Morowali sekaligus mantan Wakil Bupati Morowali periode 2018-2023, Najamudin, menekankan dua hal utama dalam penelitian mahasiswa.
1. Sesuai aturan ilmiah: Seminar berfungsi sebagai ruang evaluasi agar arah penelitian mahasiswa tidak melenceng dari metodologi yang benar.
2. Berkontribusi untuk masyarakat dan pemerintah daerah: Penelitian diharapkan melahirkan solusi praktis yang bisa dipakai untuk pembangunan Morowali.
“Penelitian mahasiswa tidak hanya dituntut memenuhi aspek akademik semata, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Najamudin.
Bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi
Menurut Najamudin, kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ini berdampak langsung pada peningkatan sumber daya manusia sekaligus memperkuat peran kampus dalam pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Harapan untuk Morowali
STAI Morowali berharap, hasil skripsi mahasiswa nantinya bisa menjadi bahan pemikiran dan solusi bagi pembangunan daerah. Dengan begitu, kampus tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga agen perubahan di Kabupaten Morowali
(Yohanes)















