Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Investasi

Karyawan IMIP Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Bahodopi

59
×

Karyawan IMIP Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Bahodopi

Sebarkan artikel ini

Morowali, 8 Mei 2026 — Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bukan cuma pusat hilirisasi nikel. Kawasan di Kecamatan Bahodopi ini juga jadi lokomotif ekonomi lokal lewat konsumsi harian puluhan ribu karyawan usia produktif.

Data survei Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT IMIP menunjukkan, 56,4 persen karyawan di IMIP berada di rentang usia 26–35 tahun. Kelompok ini aktif secara ekonomi dan punya pola belanja harian yang tinggi serta stabil.

*Uang Rp5,9 triliun berputar setahun*
Hampir semua karyawan mengalokasikan pendapatan untuk konsumsi makanan dan minuman. Sebanyak 98,4 persen responden mengaku belanja untuk kebutuhan makan minum setiap hari, dengan rata-rata Rp2,19 juta per orang per bulan.

Kalau diakumulasi, total pengeluaran karyawan IMIP mencapai sekitar Rp492 miliar per bulan atau Rp5,9 triliun per tahun. Angka ini bikin sektor kuliner jadi tulang punggung ekonomi Bahodopi dan sekitarnya.

Dampaknya langsung terasa ke UMKM. Saat ini ada 7.643 unit UMKM di kawasan tersebut. Sebanyak 78 persen usaha mikro dan 22 persen usaha kecil, sebagian besar bergerak di bidang makan-minum, kontrakan, dan transportasi.

*Preferensi belanja ke warung lokal*
Pola hidup karyawan juga menghidupkan sektor pendukung. 82,6 persen tinggal di kos atau kontrakan dengan sewa rata-rata Rp1,26 juta per bulan. 79,3 persen rutin mengeluarkan biaya transportasi.

Yang menarik, 57 persen karyawan lebih memilih belanja di warung atau kios lokal dibanding toko modern. Alasannya sederhana: lokasi dekat, harga lebih terjangkau, dan ada kedekatan sosial dengan penjual.

*BI: Perlu dukungan sektor padat karya*
Bank Indonesia Sulteng menilai situasi ini perlu didukung penguatan sektor perdagangan, logistik, konstruksi, dan UMKM. Tujuannya agar manfaat ekonomi industri bisa tersebar lebih luas dan menciptakan lebih banyak kerja untuk masyarakat lokal.

Ke depan, diversifikasi ekonomi juga dianggap penting agar daerah tidak terlalu bergantung pada satu sektor. Pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan skala menengah disebut sebagai sektor potensial.

Kepala Bapenda Sulteng Andi Irman menyebut pemerintah akan menjaga iklim investasi kondusif dan memperkuat koordinasi pusat-daerah. Dukungan kebijakan hilirisasi dinilai kunci untuk menambah nilai tambah komoditas daerah.

Dengan demografi produktif dan daya beli kuat, IMIP diproyeksi terus jadi motor penggerak ekonomi Bahodopi dan Morowali. Jika dikelola baik, pertumbuhan industri bisa sejalan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250