Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemerintahan

Pemuda Bahodopi Tolak Perayaan HUT Kecamatan: Dinilai Minim Partisipasi dan Hamburkan Dana CSR

317
×

Pemuda Bahodopi Tolak Perayaan HUT Kecamatan: Dinilai Minim Partisipasi dan Hamburkan Dana CSR

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, Sulawesi Tengah – Perayaan Hari Ulang Tahun Kecamatan Bahodopi yang digelar 1-5 Mei mendapat kritik keras dari kalangan pemuda setempat. Acara yang dinilai mendadak dan minim pelibatan warga dinilai tidak mencerminkan esensi hari jadi daerah.

Asrar, pemuda asli Bahodopi sekaligus mantan Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Morowali (IP2MM) 2024, menyatakan penolakan terhadap format perayaan tahun ini. Menurutnya, kegiatan dilaksanakan tiba-tiba tanpa ruang partisipasi bagi tokoh masyarakat dan pemuda lokal.

“Kegiatan ini dilakukan secara tiba-tiba. Tahu-tahu sudah ada acara. Pelaksanaannya sama sekali tidak melibatkan tokoh-tokoh yang ada di Kecamatan Bahodopi, termasuk kami dari kalangan pemuda-pemudi. Kami di daerah sendiri seolah hanya dijadikan penonton,” kata Asrar.

Sorotan juga tertuju pada penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari kawasan industri. Asrar menyebut anggaran yang dikucurkan untuk perayaan dinilai fantastis, sementara sejumlah persoalan mendasar di lingkar tambang belum terselesaikan.

“Informasi yang kami dapatkan, dana CSR yang dikucurkan untuk acara ini sangat fantastis. Sementara di luar sana, banyak hal-hal urgen yang perlu diperhatikan secara serius. Misalnya masalah infrastruktur yang masih buruk dan kurangnya pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat asli,” tegasnya.

Ia menyayangkan hilangnya makna refleksi sejarah dalam peringatan 30 April. Bagi Asrar, HUT seharusnya menjadi momentum sakral, bukan sekadar hiburan sesaat.

“HUT itu bukan hanya kegiatan hura-hura yang dilakukan begitu saja lalu selesai. Ini adalah ajang untuk merefleksi sejarah. Sejarah daerah kita ini harus dipertahankan dan diingat, bukan ditutupi dengan acara hiburan sesaat,” jelasnya.

Meski mengkritik, Asrar mengaku tetap mengapresiasi kerja panitia. Ia berharap ke depan pemerintah kecamatan dan perusahaan mengadakan forum bersama agar semua pihak bisa berpartisipasi, serta memprioritaskan program yang menyentuh hajat hidup masyarakat.

“Kita tidak saling menyalahkan, tapi sebatas mengingatkan. Sekiranya ke depan rekan-rekan panitia bisa menginisiasi adanya pertemuan dalam satu forum untuk membahas kegiatan, agar semua pihak dapat berpartisipasi,” pungkas Asrar.

 

 

 

(Yohanes)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250