Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemerintahan

Bupati Morowali Ingatkan Pejabat Jangan Sewenang-wenang, Pelanggaran Berujung Baju Oranye

243
×

Bupati Morowali Ingatkan Pejabat Jangan Sewenang-wenang, Pelanggaran Berujung Baju Oranye

Sebarkan artikel ini

Morowali, Sulawesi Tengah — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Morowali pada Februari 2026, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan komitmennya terhadap pemerintahan yang bersih dan taat aturan. Ia mengingatkan seluruh pejabat dan aparatur agar tidak bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan tugas.

Hal tersebut disampaikan Bupati Iksan saat memberikan sambutan di hadapan ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Halaman Kantor Bupati Morowali, Senin (15/12/2025).

Bupati Iksan menegaskan bahwa loyalitas kepada pimpinan tidak boleh membutakan aparatur terhadap aturan. Ia mengingatkan agar tidak ada loyalitas yang justru menjerumuskan diri sendiri.

“Jangan anda loyal dengan loyal bodoh. Loyal kepada pimpinan silakan, tetapi jangan loyal bodoh. Kalau anda loyal bodoh, sama halnya anda merugikan diri anda sendiri,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh pejabat dan aparatur untuk saling mengingatkan apabila terjadi kekeliruan dalam pengambilan kebijakan, khususnya yang tidak sesuai dengan regulasi.

“Saya pesan, kalau salah tegur. Kalau tidak sesuai regulasi, tegur. Ingat, bupati hanya menjabat lima tahun, sementara yang kita kelola adalah milik rakyat dan dilindungi aturan. Jangan sewenang-wenang, kalau sewenang-wenang, selamat tinggal, pasti pakai baju oranye,” ujar Iksan.

Menurutnya, seluruh aset dan kebijakan yang dikelola pemerintah daerah merupakan milik rakyat, sehingga harus dijaga dan diawasi bersama. Ia menekankan bahwa pejabat yang berada pada posisi strategis merupakan generasi penerus pembangunan Morowali.

Bupati Iksan juga mengakui bahwa hingga tahun 2025, realisasi gagasan pembangunan Morowali baru mencapai sekitar 35 persen dari rencana yang diinginkannya. Hal tersebut, katanya, membutuhkan proses dan kesinambungan dalam empat tahun ke depan.

“Oleh karena itu mari kita bergandeng tangan, saling mengingatkan, dan saling menguatkan agar pemerintahan ini sukses hari ini dan ke depan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Bupati Iksan menegaskan bahwa perbedaan politik telah selesai. Fokus seluruh aparatur saat ini adalah membangun dan memperbaiki daerah secara bersama-sama.

“Politik sudah selesai. Yang ada di depan kita adalah tanggung jawab membangun daerah ini. Sekecil apa pun kesalahan yang kita lakukan akan mencoreng nama daerah,” pungkasnya.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250