Morowali, Sulawesi Tengah – Ayah dari bayi yang meninggal dunia akibat dugaan kelalaian tenaga kesehatan di Puskesmas Bahomotefe dan RSUD Morowali menuntut agar Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Rumah Sakit dan Dokter Spesialis yang Bersangkutan tersebut dicopot dari jabatannya dan diproses secara hukum.
Tuntutan itu disampaikan oleh Sulaiman, ayah korban, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Morowali, Selasa (25/11/2025). Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan persalinan istrinya harus dimintai pertanggungjawaban.
“Mulai dari pihak Puskesmas, Kepala Dinas, Kepala RSUD dan Dokter Spesialis hingga instansi lain yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan—baik Dinas Kesehatan maupun PKM—jika terbukti terlibat dalam proses persalinan istri saya saat itu, harus diberi sanksi tegas,” ujar Sulaiman kepada sejumlah wartawan.
Ia juga menyoroti dugaan kesalahan dokter spesialis yang menangani pemeriksaan medis. Menurutnya, hasil pemeriksaan dokter jauh berbeda dengan hasil USG sehingga menimbulkan keraguan terhadap kompetensi dokter tersebut.
“Semua harus diproses hukum. Terutama izin dokter ahli itu harus dicabut karena hasil pemeriksaannya sangat berbeda dengan hasil USG. Seharusnya dia sebagai dokter ahli, tetapi nyatanya tidak sesuai dengan keahlian yang dia miliki,” tegasnya.
(Yohanes)















