Mataram — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa asal Kabupaten Morowali di kancah nasional. Tim delegasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Morowali Yogyakarta (IPMMY) berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Faperta Fair 9 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Mataram, Lombok.
Faperta Fair 9 merupakan ajang tahunan bergengsi yang mempertemukan inovasi, sains, dan karya ilmiah mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Tahun ini, kegiatan bekerja sama dengan Sentosa Foundation dan Universitas Muhammadiyah Mataram.
Dalam kompetisi ketat tersebut, tim Morowali sukses membawa pulang:
1. Juara 2 Nasional kategori Lomba Bisnis Plan
2. Gold Medal pada subtema Industri Kreatif
3. Juara Kategori Favorite Poster
Perjuangan di Balik Kemenangan
Di balik deretan prestasi itu, tim menghadapi kendala serius. Seharusnya berangkat tiga orang, namun Andika Qiswara urung ikut karena keterbatasan biaya. Tim yang dipimpin Ketua IPMMY Moh Rifai bersama Baso Tenri Sau akhirnya berjuang hanya berdua.
Rifai mengaku bersyukur atas hasil yang diraih, namun juga menyayangkan minimnya dukungan dari Pemerintah Daerah Morowali.
“Alhamdulillah kami bisa memberikan hasil terbaik untuk Morowali. Tapi jujur ada rasa sedih karena tim tidak lengkap. Rekan saya Andika tidak bisa hadir karena terkendala biaya, yang sepenuhnya kami upayakan mandiri tanpa bantuan Pemda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada 25 April 2026 tim sudah berdiskusi langsung dengan Bupati Morowali dan menyampaikan rencana keberangkatan untuk membawa nama daerah. Namun hingga hari H, dukungan dari Pemda belum hadir.
Persembahan untuk Morowali
Rifai menegaskan prestasi ini murni hasil kerja keras tim, dukungan moral sesama mahasiswa, dan doa masyarakat Morowali.
“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Morowali dan rekan-rekan mahasiswa. Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Morowali,” katanya.
Keberhasilan ini membuktikan daya saing tinggi mahasiswa Morowali di bidang inovasi bisnis dan industri kreatif. Capaian tersebut juga menjadi pengingat agar pemerintah daerah lebih peduli terhadap pengembangan bakat dan kreativitas pemuda.
Prestasi di Faperta Fair 9 diharapkan menjadi inspirasi sekaligus bahan refleksi agar potensi anak muda Morowali mendapat dukungan yang lebih nyata di tingkat nasional.(*)















