Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Tanpa Ajudan & Protokol, Bupati Iksan Hadiri Akad Nikah di Desa Labota Layaknya Warga Biasa

1
×

Tanpa Ajudan & Protokol, Bupati Iksan Hadiri Akad Nikah di Desa Labota Layaknya Warga Biasa

Sebarkan artikel ini

Morowali – Suasana akad nikah di Desa Labota, Sabtu (18/7/2026) mendadak hangat. Bukan hanya karena dua insan, Kurniawan dan Nurinaya, resmi dipersatukan. Tapi juga karena kehadiran tamu spesial yang datang tanpa pengawalan: Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Orang nomor satu di Morowali itu memilih tampil sederhana. Tanpa ajudan, tanpa protokoler, tanpa barisan pengamanan. Ia datang sebagai “anak kampung” yang ingin berbahagia bersama keluarganya.

“UNTUK APA BAWA PROTOKOL DI KAMPUNG SENDIRI”

Kehadiran Iksan langsung jadi pusat perhatian. Dengan senyum dan sapa akrab, ia membaur bersama warga sejak awal acara.

Di hadapan para undangan, Iksan menjelaskan alasannya datang secara sederhana.

“Saya hari ini datang ke sini tanpa ajudan atau dikawal adanya pengamanan atau tanpa protokol. Alasan saya sederhana, untuk apa saya bawa-bawa protokol ketika datang di kampung sendiri,” ujarnya.

Bagi Iksan, kebahagiaan tidak butuh sekat. Pemimpin dan rakyat harusnya satu barisan, terutama di momen sakral seperti pernikahan.

KEAKRABAN TANPA JARAK

Alih-alih duduk di kursi VVIP, Iksan memilih duduk bersama warga. Canda tawa pun pecah saat ia ditanya soal keamanan.

“Jadi kalau protokol kadang ke kanan, saya pilih ke kiri jadi tidak ketemu,” ucapnya disambut tawa hadirin.

“Kalau bicara soal keamanan, saya ke sini untuk bertemu keluarga-keluarga saya, masyarakat saya, apalagi merayakan hari bahagia dinda-dinda saya. Jadi insyaallah akan baik-baik saja,” lanjutnya.

Kalimat itu langsung menghangatkan suasana. Tidak ada jarak. Tidak ada formalitas kaku. Yang ada hanya Bupati yang hadir sebagai bagian dari keluarga besar Desa Labota.

GAYA KEPEMIMPINAN YANG DEKAT

Momen ini bukan kali pertama. Iksan memang dikenal sebagai pemimpin yang senang turun langsung dan membaur.

Kehadirannya di akad nikah Kurniawan dan Nurinaya kembali menegaskan hal itu. Warga pun leluasa bersalaman, berbincang, hingga berswafoto tanpa harus melewati barikade protokoler.

Bagi masyarakat Labota, ini bukan sekadar hajatan. Ini bukti bahwa pemimpin mereka masih mau pulang kampung, masih mau duduk lesehan, dan masih mau tertawa bersama.

Karena bagi Iksan, jabatan boleh tinggi. Tapi hati harus tetap di tanah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *