Morowali – Menyikapi keluhan warga Desa Buleleng terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas armada tambang, pihak PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo (BCPM) memberikan klarifikasi. Mereka menyebut armada perusahaan tidak melintasi kawasan desa Buleleng.
“Kegiatan kami memang mengolah di kawasan BCPM, tapi lokasi IUP kami di Desa Buleleng itu jauh di atas desa. Armada kami tidak melewati pemukiman warga,” jelas Prisilia, Humas Eksternal PT BCPM, Jumat (5/9/2025).
Menurutnya, armada yang sering melintas di Desa Buleleng justru berasal dari PT Teknik Alum Servis (TAS). “Yang lewat ke Desa Buleleng itu armadanya PT TAS,” ujarnya.
Pihak PT BCPM juga menegaskan penyiraman debu rutin hanya dilakukan di area tambang atau pit, bukan di jalan umum. “Kami lakukan penyiraman setiap hari di pit. Untuk Buleleng kami tidak pernah punya masalah atau mendapat komplain,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, PT TAS belum memberikan tanggapan atas keluhan warga Desa Buleleng.
Yohanes















