MOROWALI – Dibalik piala Penghargaan Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kabupaten yang baru saja diraih Kabupaten Morowali, ternyata ada arahan khusus yang selama ini menjadi kunci dari Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf.
Bukan sekadar membangun rumah, tapi memastikan keadilan benar-benar dirasakan hingga ke pulau-pulau terjauh.
Hal itu diungkap langsung oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Daerah Morowali, Ichwan. Menurutnya, Bupati Iksan punya pesan yang sangat jelas: jangan hanya fokus di daratan, kepulauan harus jadi prioritas.
“Pak Bupati sampaikan bantuan rumah ini prioritaskan yang di kepulauan dengan tetap menginventarisir masyarakat kita yang ada di daratan sehingga menjadi pemerataan untuk seluruh masyarakat Morowali,” ujar Ichwan di Halaman Kantor Bupati Morowali, Kompleks Perkantoran Fonuasingko, Desa Bente, Bungku Tengah, Senin 21/09/2026.
Arahan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan data di lapangan yang dikantongi Dinas Perumahan, potret paling memprihatinkan justru ada di wilayah pesisir dan kepulauan. Masih banyak warga di Menui Kepulauan, Bungku Selatan, dan gugusan pulau lainnya yang tinggal di rumah dengan dinding seng berkarat, atap bocor, dan lantai kayu yang sudah lapuk dimakan usia dan air laut — seperti yang terlihat di foto-foto pendataan warga.
“Berdasarkan data yang ada pada kami, bahwa banyak masyarakat yang mendiami di kepulauan ini memiliki kondisi perumahan yang harus kita sentuh karena terkait kelayakan dari kondisi perumahan itu sendiri,” tegas Ichwan.
Komitmen pemerataan itulah yang akhirnya mengantarkan Morowali menyabet Penghargaan Terbaik I Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi. Penghargaan dari Mendagri ini menjadi bukti bahwa program yang menyentuh wong cilik di pulau terjauh pun bisa bersinar di tingkat nasional.
Ichwan menambahkan, saat ini timnya terus melakukan pendataan secara berkala. Tidak ada penerima yang asal tunjuk. Semua harus berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan mendesak di masing-masing wilayah, baik daratan maupun kepulauan.
Dengan strategi prioritas kepulauan namun tetap menginventarisir daratan, Pemkab Morowali di bawah kepemimpinan Iksan Baharudin Abdul Rauf dan Iriane Iliyas memastikan bahwa program rumah layak huni ini bukan hanya soal mengejar penghargaan, tapi soal menghadirkan keadilan. Bahwa warga di pulau terpencil pun punya hak yang sama untuk tidur nyenyak di rumah yang layak dan aman.(*)












