Denpasar, 26 Juli 2026 – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan komitmennya mendukung agenda nasional dekarbonisasi dan pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Perlindungan ekosistem pesisir dinilai sebagai bagian penting menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan.
Pada peringatan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), PT IMIP turut mendukung aksi penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove di 162 titik yang tersebar di 37 provinsi. Gerakan nasional ini ditandai penanaman 15.000 bibit mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang dan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, komunitas, pelajar, dan 100 generasi muda pelestari hutan.
*Dekarbonisasi dan Pembangunan Berkelanjutan*
Direktur Environmental and Sustainability PT IMIP, Dermawati S., mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan implementasi nyata komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Sustainable dan development merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan ekonomi, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pemulihan dan konservasi lingkungan. Penanaman mangrove menjadi salah satu langkah nyata yang mendukung upaya dekarbonisasi karena kemampuannya menyerap karbon sekaligus menjaga kualitas ekosistem pesisir,” ujarnya.
Sejak 2023, PT IMIP konsisten menjalankan program rehabilitasi mangrove di sejumlah wilayah pesisir. Pada 2025, perusahaan berpartisipasi dalam rehabilitasi mangrove di Pantai Utara Jawa bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program serupa juga dijalankan di Palu, Sulawesi Tengah, dan Brebes, Jawa Tengah, untuk menjaga keberlanjutan tata ruang ekosistem.
Di Kabupaten Morowali, PT IMIP mengembangkan program konservasi mangrove melalui CSR bersama tenant kawasan dan masyarakat di desa-desa lingkar industri Kecamatan Bahodopi. Ke depan, rehabilitasi akan diperluas ke kawasan pesisir di luar Bahodopi, termasuk Kecamatan Bungku Pesisir.
Program konservasi ini mengacu pada _Road Map Dekarbonisasi PT IMIP_ yang memandu pengurangan emisi melalui inisiatif lingkungan terverifikasi sesuai ketentuan KLH. Penanaman mangrove menjadi komponen penting karena berkontribusi pada peningkatan kapasitas serapan karbon alami atau _blue carbon_.
Selain mangrove, PT IMIP juga menjalankan rehabilitasi terumbu karang, penyelamatan satwa pesisir, dan perlindungan penyu. Pada hari yang sama, Minggu (26/7/2026), dilakukan pula penanaman 2.026 bibit mangrove di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, melalui program CSR IMIP. Kegiatan ini melibatkan Departemen Environmental and Sustainability, Yayasan IMIP Peduli, sejumlah tenant, TNI AL Morowali, Pemerintah Desa Fatufia, Kelompok Budidaya Mangrove Kurisa Menanam, dan warga Fatufia.
Ke depan, PT IMIP akan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya melalui program edukasi, riset, dan pemberdayaan ekonomi berbasis ekosistem mangrove.
“Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungannya,” pungkas Dermawati.(*)










