Morowali – Lapangan Bente meledak. Kamis (7/5/2026), ribuan warga tumpah ruah, yel-yel menggema sampai peluit akhir final IBR Cup I. Tapi pesta belum selesai. Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf naik panggung dan langsung lempar tantangan: jadikan ini modal tempur menuju Porprov!
“IBR Cup bukan cuma cari juara. Ini pemanasan mental. Tahun ini ada Porprov, mental juara harus dibawa ke sana. Kolaborasi! Setiap kecamatan wajib turun,” seru Iksan disambut sorak penonton.
Kalau IBR Cup ajang adu gengsi antar desa, Porprov adalah medan sesungguhnya: kabupaten lawan kabupaten. Iksan ingatkan atlet muda jangan lengah sesudah final.
“Nanti adik-adik terus berlatih! Porprov yang kita tunggu. Di sana bukan desa lawan desa lagi, tapi Morowali lawan seluruh kabupaten,” tegasnya.
Suasana final yang memadati Bente jadi bukti: animo olahraga di Morowali lagi panas-panasnya. Pemerintah kabupaten ingin momentum ini jadi bahan bakar lahirnya atlet baru dan perekat persatuan antar kecamatan.
Sinyal sudah jelas. Setelah IBR Cup, Morowali tak mau sekadar ikut Porprov. Targetnya: guncang, bukan numpang lewat.
(Yohanes)















