Scroll untuk baca artikel
Investasi

Disorot Forbes! Aktivitas PT RUJ di Nambo Picu Keresahan Warga, FORBES: Jangan Biarkan Kesan Kebal Hukum Muncul di Morowali

0
×

Disorot Forbes! Aktivitas PT RUJ di Nambo Picu Keresahan Warga, FORBES: Jangan Biarkan Kesan Kebal Hukum Muncul di Morowali

Sebarkan artikel ini

MOROWALI – Sorotan tajam kembali mengarah ke PT Rizki Utama Jaya (RUJ) yang beroperasi di Desa Nambo, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Kali ini, Forum Rakyat Bersatu Morowali (FORBES) secara resmi melayangkan kritik keras terkait aktivitas perusahaan yang dinilai telah menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat, terutama persoalan debu pekat dan dampak lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Ketua Umum FORBES Morowali, Abd. Jamil, menegaskan bahwa apa yang dirasakan warga Nambo bukan lagi keluhan biasa yang bisa dianggap angin lalu. Menurutnya, jika sudah menyangkut lingkungan hidup dan hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih dan sehat, maka persoalan ini harus dilihat sebagai masalah serius yang butuh tindakan nyata.

FORBES mempertanyakan, mengapa persoalan yang disebut sudah berlangsung lama dan berulang kali dikeluhkan warga tersebut, hingga kini belum mendapatkan tindak lanjut yang dianggap memadai. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Menurut FORBES, jangan sampai kondisi pembiaran ini justru melahirkan persepsi keliru di publik, seolah-olah PT RUJ kebal terhadap hukum di Morowali. Persepsi inilah yang menurut FORBES sangat berbahaya dan harus segera diputus dengan langkah konkret.

“Kami meminta APH jangan tutup mata. Jika memang ada dugaan pelanggaran, silakan periksa secara terbuka dan profesional. Jangan sampai masyarakat melihat adanya kesan bahwa perusahaan tertentu seolah kebal hukum,” tegas Ketua Umum FORBES Morowali, Abd. Jamil dalam press release resminya, Jumat(25/09/2026)

Dalam rilisnya, FORBES secara tegas meminta aparat penegak hukum (APH), pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait untuk tidak lagi hanya menerima laporan di atas meja. FORBES mendesak agar tim segera turun langsung ke lapangan di Desa Nambo, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas PT RUJ, mengevaluasi kepatuhan terhadap perizinan dan ketentuan lingkungan, serta memastikan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat tetap terlindungi.

FORBES juga meluruskan bahwa kritik yang disampaikan ini sama sekali bukan untuk menghambat investasi atau mematikan aktivitas usaha di Morowali. FORBES sangat mendukung investasi. Namun, FORBES menegaskan bahwa kontrol sosial ini penting agar seluruh pelaku usaha, termasuk PT RUJ, menjalankan kegiatan sesuai dengan koridor hukum dan tidak mengabaikan serta mengorbankan kepentingan masyarakat yang hidup di sekitar wilayah operasional.

Di akhir rilisnya, FORBES Morowali meminta adanya tindak lanjut yang konkret dan transparan, bukan sekadar jawaban normatif yang normatif. Jika dalam pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran, maka FORBES meminta agar ada tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebaliknya, apabila perusahaan dinyatakan telah memenuhi seluruh ketentuan perizinan dan lingkungan, maka hasil pemeriksaan tersebut juga harus disampaikan secara terbuka dan transparan kepada publik, agar tidak ada lagi spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat.

Kini bola panas ada di tangan APH dan pemerintah daerah Morowali. Apakah keluhan warga Nambo akan segera dijawab dengan pemeriksaan terbuka, atau kembali dibiarkan menjadi debu yang terus menyelimuti penderitaan warga?

 

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *