MOROWALI — Aksi arogan diduga dilakukan oknum berbaju TNI kembali mencoreng institusi. Seorang pengemudi mobil pick up bernama Fandi mengaku menjadi korban penganiayaan di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Senin 17 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WITA.
Peristiwa itu bermula saat Fandi hendak berbelok ke arah Kantor DLH menuju perempatan. Karena trotoar jalur dua sedang dibongkar, ia mengambil jalur agak ke tengah sambil membawa muatan “istana balon”. Tiba-tiba dari sisi kiri muncul pengendara motor yang langsung memepet dan mengetuk kaca mobilnya dengan emosi.
Fandi yang kaget kemudian turun untuk menjelaskan. Alih-alih berdialog, pria yang mengenakan baju lengan panjang warna merah putih bertuliskan “TNI” di dada kiri itu justru langsung melayangkan tendangan ke kaki kiri Fandi sebanyak tiga kali.
“Kalau saya salah saya minta maaf,” kata Fandi menirukan ucapannya saat itu.
Aksi tidak berhenti di situ. Pelaku juga disebut mendorong pintu mobil hingga terbuka. Di dalam mobil ada anak Fandi yang masih balita berinisial Az. Kejadian berlangsung di depan umum dan disaksikan sejumlah warga.
Korban menyebut pelaku datang bersama istrinya. Namun nama dan pangkat di baju pelaku tidak terlihat karena tertutup. Setelah kejadian, pelaku sempat menanyakan alamat korban. Fandi menjawab tinggal di kos depan taman dan mengajak ke Polres untuk diselesaikan. Pelaku kemudian pergi setelah dipanggil istrinya.
Fandi mengaku masih hafal wajah pelaku. Ia berharap ada kejelasan dan proses hukum dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kodim 1311/Morowali terkait dugaan keterlibatan anggotanya. TNI memiliki kode etik dan aturan disiplin yang tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya.
Publik Morowali kini menunggu sikap tegas institusi. Karena seragam TNI seharusnya melindungi rakyat, bukan menakut-nakuti.
(Redaksi / Whatsapp : 081371835194)












