MOROWALI – Suasana Lapangan Tembak Wicaksana Laghawa Polres Morowali pecah oleh tawa dan tepuk tangan saat Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf naik ke atas panggung, Sabtu 19/09/2026. Di hadapan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H. beserta Ibu dan jajaran Polda, Kapolres Morowali, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim, Kajari, tokoh adat hingga perwakilan PT IMIP, Bupati Iksan tampil dengan gaya khasnya yang cair, ceplas-ceplos, namun penuh makna.
Mengawali sambutannya dengan salam lengkap, Bupati Iksan langsung menyapa rombongan Kapolda dengan kalimat yang membuat hadirin tersenyum. “Ini rombongannya ini rombongan rasa baru tapi apa rasa lama Pak. Saya lihat ada Bang Mantan Kapolres Morowali, Suprianto di belakang senyum-senyum kalau saya di panggung,” ujar Iksan disambut tawa.
Ia pun bercerita baru saja kembali dari Makassar tadi malam dan pagi ini langsung tancap gas kembali ke Morowali demi menyambut Kapolda. Baginya itu adalah bentuk komitmen, pusat dan daerah harus bersatu.
“Jangan cuma hadiri pusatnya, pas ada komandan kita datang kita enggak hadir ya pelanggaran juga itu,” selorohnya.
Setelah guyonan pembuka, Bupati Iksan masuk ke inti yang paling ditunggu. Dengan suara tegas, ia menjawab semua kritikan yang selama ini menyerangnya karena getol membantu membangun instansi vertikal.
Ia menegaskan prinsipnya sangat sederhana. Apa yang dibangun Pemda Morowali memang melekat pada institusi Polres, Kodim, Kejaksaan, Imigrasi, tapi yang menikmati adalah rakyat Morowali sendiri.
“Saya bilang begini yang kita bangun ini untuk rakyat, betul melekat pada institusi itu tetapi yang akan mempergunakan adalah rakyat. Kecuali kita bangun Tugu Monas atau patung Bupati Morowali, itu baru tidak benar,” tegasnya lantang.
Bagi Iksan, silakan dikritik, tapi selama itu untuk percepatan pelayanan masyarakat, ia akan selalu membantu. Tidak hanya Polres Morowali yang hari ini diresmikan enam fasilitasnya oleh Kapolda Irjen Pol Nasri, Kodim pun dibantu, Kejaksaan dibantu, bahkan tahun ini anggaran untuk Kantor Imigrasi ditambahkannya lagi. Alasannya masuk akal, Morowali dengan ribuan tenaga kerja asing harus punya sistem pengawasan keimigrasian yang kuat.
Visi Iksan jauh ke depan. Ia membayangkan Morowali yang cantik semuanya. Polres cantik, Kodim cantik, Kejaksaan cantik, semua institusi bagus. Itu bukan hanya untuk hari ini, tapi persiapan besar jika nanti rezeki Morowali menjadi Provinsi Sulawesi Timur. “Ketua DPRD bisa jadi gubernur kan? Kenapa tidak kan?” ujarnya yang kembali disambut tepuk tangan.
Dan pernyataan paling gagah yang membuat hadirin terdiam sejenak lalu bertepuk tangan paling keras adalah soal toleransi.
Di akhir, Iksan kembali dengan humor khasnya. Ia menyinggung semua rencana hebat tidak akan terwujud tanpa uang. “Biar orang merancang sehebat mana kalau tiada uangnya selamat tinggal lah Pak. Alhamdulillah Morowali diberikan rezeki dengan kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Ia pun menutup pidatonya karena sudah dibisiki panitia jangan terlalu lama. “Saya Pak kalau sudah di atas mic ini tidak enak kalau sudah satu jam. Sudah sepuluh menit langsung tadi dapat bocoran Pak, jangan lama-lama Pak Bupati banyak acara,” pungkasnya sambil tertawa dan mengakhiri dengan salam.
(Yohanes)












