Morowali – Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menyoroti lemahnya komunikasi antara atasan dan bawahan yang dinilai menjadi penyebab tidak maksimalnya program pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Iksan saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Morowali, Fonuasingko, Desa Bente, Bungku Tengah, Senin (28/9/2026).
“Saya ingin menyampaikan informasi tentang komunikasi atasan dan bawahan yang menjadi alasan kurang maksimalnya sebuah program pelayanan,” ujar Iksan.
Untuk membenahi hal tersebut, Iksan menegaskan akan menggelar pertemuan khusus jelang penyusunan program 2027. Pertemuan itu akan dilakukan tanpa melibatkan pejabat eselon II, agar lebih terbuka.
“Saya tidak ingin menggabungkan eselon III. Saya ingin mendengarkan langsung apa persoalannya sehingga tidak konek. Apakah bawahan tidak mampu bertanya ke atasan atau atasan tidak mampu memberi instruksi,” katanya.
Iksan meminta seluruh pejabat eselon III ke bawah bersiap memaparkan kendala di lapangan. Ia berencana menanyai satu per satu persoalan di setiap sektor.
“Para eselon III dan ke bawah tolong mempersiapkan diri. Saya akan tanya satu-satu, mulai dari kesehatan, pendidikan, perumahan, kenapa rumah tidak dibangun, apa alasannya. Dari PU, kenapa jembatan itu tidak dibangun?” tegasnya.
Melalui diskusi terbuka itu, Iksan berharap komunikasi pimpinan dan pelaksana menjadi lebih jelas. Evaluasi tersebut diharapkan membuat program Pemkab Morowali di tahun 2027 berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.(*)












