MOROWALI – Malam syukuran 25 Tahun Partai Demokrat di Alun-alun Rujab Bupati Morowali, Selasa malam 15 September 2026 bukan hanya pesta hiburan. Malam itu berubah menjadi malam yang penuh haru, penuh empati, dan penuh pesan persatuan setelah Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si naik ke atas panggung.
Di hadapan lautan manusia berbaju biru yang tumpah ruah, Gubernur Sulteng itu membuka sambutannya bukan dengan kebanggaan, tapi dengan duka yang mendalam.
“Tamu-tamu kita, Bapak Bupati bersama Ibu, bangga melihat malam ini masyarakat Morowali tumpah ruah untuk hadir, membersamai kami Partai Demokrat merayakan hari ulang tahun ke dua puluh lima. Meskipun demikian di tengah kebahagiaan kita, kita juga merasa, merasakan duka yang dalam kepada saudara-saudara kita yang ada di NTT, yang mengalami gempa bumi dan beberapa daerah lainnya di Indonesia,” ucapnya dengan nada lirih.
Ia juga menyebut kondisi Sulawesi Tengah yang sedang berduka karena kebakaran di beberapa daerah. “Kemarin sore di Pendolo kebakaran sampai satu gedung SMA kita terbakar. Kita mendoakan supaya Sulawesi Tengah dan juga Morowali ini senantiasa dijauhkan dari segala bencana,” lanjutnya. Ribuan warga yang tadinya bersorak, seketika terdiam, ikut mendoakan.
Setelah itu, Anwar Hafid bernostalgia tentang sejarah panjang Partai Demokrat di tanah Morowali. Ia menegaskan Partai Demokrat bukanlah partai pendatang baru di Morowali.
“Partai Demokrat sepuluh tahun mengabdi di Morowali, memulai dari titik nol, kemudian berjuang bersama kita semua dan alhamdulillah selama sepuluh tahun telah berhasil meletakkan fondasi bagi pembangunan di Morowali ini. Demikian juga sekarang ini di Sulawesi Tengah, Partai Demokrat sedang berkiprah untuk membangun Sulawesi Tengah,” tegasnya. Ia pun meminta doa tulus dari seluruh warga Morowali agar Partai Demokrat senantiasa eksis dan konsisten selalu bersama-sama rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ada informasi penting yang ia bocorkan malam itu. Perayaan HUT 25 Tahun Partai Demokrat di Sulawesi Tengah ternyata hanya dilakukan di dua tempat saja. “Ini cuma dua tempat kita lakukan ulang tahun di Morowali dan tanggal dua puluh enam nanti akan diadakan di Kabupaten Banggai di Dataran Toili,” ungkapnya. Artinya, Morowali mendapat kehormatan istimewa menjadi tuan rumah utama perayaan akbar 25 tahun Partai Demokrat.
Pesan paling tegas dan paling ditunggu pun keluar dari mulutnya. Sebagai Ketua DPD, ia memberikan instruksi politik yang sangat jelas.
“Bapak ibu sekalian, membangun daerah harus bersama-sama. Demokrat dulu pernah di luar pemerintahan, Demokrat dulu pernah di dalam pemerintahan. Dan hari ini Demokrat berada di dalam pemerintahan. Artinya bahwa di Morowali saya instruksikan kepada seluruh kader Demokrat untuk mendukung sepenuhnya Bupati dan Wakil Bupati untuk kita bersama-sama membangun Morowali yang tercinta ini,” serunya lantang dan disambut teriakan SETUJU dari ribuan massa.
Ia memberikan alasan kuat mengapa Morowali harus didukung bersama. “Morowali ini adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang kekuatan fiskalnya sangat kuat. Di tengah efisiensi, di tengah daerah lain tidak bisa menggaji guru, menggaji P3K, Morowali justru memiliki ketahanan fiskal yang cukup kuat. Oleh karena itu mari kita bersama-sama bangun Morowali,” paparnya. Data fiskal itu membuat warga Morowali bertepuk tangan bangga.
Puncak pidatonya adalah ajakan persatuan yang menyentuh hati.
“Ini bukan soal partai mana, ini bukan soal warna apa, tapi kita semua bertanggung jawab untuk memajukan Morowali yang kita cintai ini. Setuju? Setuju Morowali terbang? Setuju Morowali maju? Satu-satunya jalan kita semua bersatu. Tidak usah lihat warnanya, tidak usah lihat kelompoknya, tapi mari kita lihat bagaimana kita bisa memberi sumbangsih bagi Morowali yang kita cintai ini,” ucapnya dengan penuh semangat.
Ia juga memastikan program unggulan Pemprov Sulteng, yaitu Sembilan Berani akan ikut berkontribusi membantu Pemerintah Kabupaten Morowali.
Di akhir sambutan, ia terlihat takjub dengan lautan manusia malam itu. “Terima kasih banyak, ini sering saya adakan acara di Morowali, tapi kayaknya malam ini banyak sekali orang. Betul?” Teriakan “BETUL” menggema.
Sebelum turun, ia memanjatkan tiga doa untuk rakyatnya yang hadir: “Saya doakan yang hadir malam ini mudah-mudahan nanti pulang dalam keadaan selamat. Saya doakan kalau pulang tiba di rumah tanpa ada halangan apa pun juga. Saya doakan semua nanti pulang dalam keadaan happy, Goyang bersama NDX.”
Dan kalimat penutupnya menjadi bukti cinta Partai Demokrat yang sesungguhnya kepada rakyat Morowali.
“Baru lihat NDX di Morowali? Baru lihat NDX datang di Morowali kali ini? Bapak ibu sekalian itulah cintanya Demokrat kepada rakyat Morowali. Sesusah-susahnya mendatangkan NDX tapi demi Morowali tercinta kita adakan malam ini,” tutupnya.
Malam itu Morowali tidak hanya bergoyang bersama NDX AKA, tapi juga terharu oleh pidato seorang pemimpin yang tulus mencintai daerahnya.










