Scroll untuk baca artikel
Politik

Sinyal ke Senayan Menguat! Ketua PAN Morowali Asfar Disebut Calon Kuat DPR RI, “Siap Ikuti Instruksi Partai”

0
×

Sinyal ke Senayan Menguat! Ketua PAN Morowali Asfar Disebut Calon Kuat DPR RI, “Siap Ikuti Instruksi Partai”

Sebarkan artikel ini

MOROWALI – Nama Asfar mulai sering disebut di warung kopi sampai ruang rapat partai. Ketua DPD PAN Kabupaten Morowali itu kini masuk radar bursa calon DPR RI setelah hilir mudik mengikuti agenda Rakerda PAN di sejumlah kabupaten se-Sulawesi Tengah.

Spekulasi itu tidak dibantahnya. Justru ditegaskan. “Perjalanan silaturahmi di acara Rakerda PAN di beberapa Kabupaten di Sulteng, menjadi sinyal bahwa saya siap mengikuti instruksi partai,” ucap Asfar, Jumat 11 September 2026.

Kalimat itu cukup untuk membuat peta politik Sulteng bergeser. Selama ini Asfar dikenal sebagai nahkoda PAN Morowali. Dari kursi itu ia membangun jaringan, menempa komunikasi, dan membaca denyut kader. Kini panggungnya bisa jadi lebih besar.

Rakerda yang semula agenda internal partai, mendadak berubah fungsi. Bukan lagi sekadar konsolidasi. Tapi panggung uji elektabilitas. Di sana Asfar bersua dengan struktur PAN lintas daerah, mengukur respons, dan melempar sinyal.

Langkah ini punya logika. Morowali bukan daerah biasa lagi. Deru industri, investasi, dan pertumbuhan ekonomi membuat bobot politik Morowali ikut naik. Figur dari Morowali punya modal awal untuk bicara lebih luas. Tapi modal daerah saja tidak cukup.

Jalan menuju Senayan itu panjang. Butuh basis lintas kabupaten, pengenalan publik, dan kerja mesin partai yang solid. Asfar sadar tantangannya. Ia harus mampu menjembatani kepentingan Morowali dengan aspirasi masyarakat Sulteng secara keseluruhan.

PAN sendiri butuh wajah baru yang bisa membawa isu lokal ke Senayan. Timur Sulteng terus berubah karena industri dan investasi. Dan Asfar bisa jadi jawabannya, jika partai memberi mandat.

Tapi tiket ke DPR RI tidak bisa hanya bermodal popularitas. Publik akan bertanya: apa gagasannya? Soal lapangan kerja di lingkar industri, pemerataan pembangunan, infrastruktur, sampai ekonomi kerakyatan. Itu PR besar yang harus dijawab Asfar kalau benar maju.

Hingga kini, pencalonan Asfar belum resmi. Semua masih di tangan mekanisme internal PAN dan tahapan Pemilu. Tapi satu hal pasti. Pernyataan Asfar membuka pintu.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah Asfar akan maju”. Tapi “seberapa jauh ia bisa mengubah sinyal ini menjadi suara”.

Jika mandat itu jatuh, perjalanan dari Morowali ke Senayan bukan lagi sekadar wacana. Ia bisa menjadi salah satu cerita politik paling menarik dari Sulawesi Tengah tahun ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *