Scroll untuk baca artikel
Organisasi

Asosiasi Pengusaha Lokal Morowali Resmi Terbentuk, Tegaskan Siap Bermitra dengan Pemda dan Industri

0
×

Asosiasi Pengusaha Lokal Morowali Resmi Terbentuk, Tegaskan Siap Bermitra dengan Pemda dan Industri

Sebarkan artikel ini

MOROWALI – Di bawah langit Anjungan Pantai Matano, Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku Tengah, puluhan pengusaha dan kontraktor lokal Morowali berkumpul dalam satu tekad. Sabtu malam, 4 September 2026, sejarah kecil tercipta. Asosiasi Pengusaha Lokal Kabupaten Morowali resmi berdiri.

Berdirinya asosiasi ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah jawaban atas keresahan yang sudah lama mengendap. “Kami merasa dianaktirikan di daerah sendiri. Padahal kami mampu bersaing dengan kontraktor dari Kendari, Makassar,” ungkap salah satu inisiator dalam diskusi yang menjadi cikal bakal terbentuknya wadah ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Lokal Kabupaten Morowali, Irsad Amir, menegaskan saat ditemui media ini bahwa kehadiran asosiasi ini bukan untuk melawan. “Tujuan kita satu. Bermitra, berkolaborasi, bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali. Kita ingin menciptakan iklim usaha yang sehat, aman, dan kondusif. Tidak ada tendensi politik sama sekali,” ujarnya.

Harapan itu menguat setelah ada angin segar dari Bapak Gubernur. Beliau menyampaikan bahwa rekomendasi pekerjaan di kawasan industri tidak akan diberikan kepada perorangan. Harus melalui asosiasi lokal. Itu yang menjadi pelecut semangat. “Ini bukti bahwa kita harus satu tubuh. Biar anak Morowali bisa hidup dan dapat kerja di tanahnya sendiri,” lanjut Irsad.

Cakupan gerak asosiasi ini pun tidak main-main. Tidak hanya menyasar proyek-proyek pemerintah, tapi juga merambah langsung ke denyut nadi ekonomi Morowali: kawasan industri IMIP, VALE, BTIIG, hingga sektor pertambangan. “Motif kita menjaga investasi yang ada di Morowali. Kita mitra pemerintah dalam proses pembangunan daerah,” tegasnya.

Di hadapan para anggota, Irsad juga menyampaikan harapan besar kepada Pemda Morowali dan Pemprov. “Kami minta betul-betul diberdayakan. Pekerjaan yang bisa dikerjakan anak daerah, tolong diberikan ke anak daerah. Jangan lagi diberikan ke orang luar. Ini sangat mengiris kami,” katanya dengan nada berharap.

Susunan pengurus yang terbentuk malam itu pun sudah fix. Irsad Amir dipercaya sebagai Ketua, didampingi Zulkarnain sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris dipegang oleh Henra Wijaya dengan Solihin sebagai Wakilnya. Sementara Bendahara dipercayakan kepada Julil, dan Moh. Syair sebagai Wakil Bendahara.

Dengan terbentuknya asosiasi ini, para pengusaha lokal Morowali kini punya satu rumah. Satu suara. Satu tujuan. Bukan untuk menuntut, tapi untuk mengajak duduk bersama membangun Morowali dari dalam.

 

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *