MOROWALI — Suasana tegang berubah jadi tenang. Kamis 13 Agustus 2026, Kantor DPRD Kabupaten Morowali jadi pusat perhatian. Di dalam gedung, prosesi sakral pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD PAW berlangsung khidmat. Di luar gedung, puluhan masa aksi menyuarakan aspirasi.
Tapi satu hal yang pasti: semua berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Itu semua berkat kerja keras 80 personel gabungan yang diterjunkan langsung oleh Polres Morowali bersama Satpol PP. Pengamanan dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Polres Morowali, AKBP Reza Khomeini, S.I.K.
” Ada sekitar 80 personel yang diterjunkan, 50 anggota Polres 30 anggota Pol PP. Tujuannya untuk mengamankan jalannya pelantikan dan sumpah jabatan anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024-2029,” tegas Kapolres Reza Khomeini di sela-sela pengamanan.
Pelantikan ini sendiri adalah momen penting. Proses Pergantian Antarwaktu atau PAW dari Partai Golkar Dapil Morowali 2 untuk menggantikan almarhum Mohammad Sadhak Husain Zainal Abidin, S.IP yang wafat. Calon pengganti antarwaktu yang dilantik adalah Supardi Halilu.
Meski di halaman Kantor DPRD terdengar orasi dan aksi unjuk rasa, Kapolres memastikan tidak ada gangguan sedikitpun terhadap jalannya acara.
“Saat pelantikan, memang ada aksi di luar Kantor DPRD. Itu berlangsung aman dan lancar, sampai dengan acara selesai masih kondusif,” terang AKBP Reza.
Rahasianya ada pada strategi. Puluhan personel tersebut tidak dikumpulkan jadi satu. Mereka sudah di-ploting sesuai pos masing-masing. Ada yang jaga di pintu masuk, ada yang amankan titik aksi, ada juga yang keliling memantau situasi.
Bahkan pengamanan tidak hanya fokus di Kantor DPRD. Beberapa titik lain yang berpotensi jadi lokasi aksi juga ikut dijaga ketat oleh anggota Polres dan Satpol PP.
“Sudah dilakukan ploting masing-masing, jadi anggota mengamankan di posnya. Sehingga pengamanan berlangsung aman,” imbuh Kapolres.
Bukan hanya aparat. Pengamanan ini juga didukung penuh oleh unsur lain. Dishub dan instansi terkait bahu-membahu memastikan arus lalu lintas dan situasi di sekitar kantor tetap terkendali.
Di akhir, AKBP Reza Khomeini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Bukan hanya untuk anggotanya, tapi juga untuk masyarakat Morowali yang dewasa dan bijak dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami juga sampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Morowali dan semua pihak yang telah terlibat menjaga wilayah Kabupaten Morowali tetap kondusif,” tutupnya.
Pelantikan PAW ini menjadi bukti. Demokrasi bisa berjalan, aspirasi bisa disuarakan, dan keamanan tetap terjaga. Semua karena sinergi aparat dan masyarakat Morowali.(*)












