MOROWALI – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali membuktikan komitmennya membangun SDM. Bukan cuma infrastruktur, perusahaan juga fokus “menguatkan otak” pendidikan di lingkar industri.
Buktinya, CSR Department PT IMIP bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah se-Kecamatan Bahodopi pada 4-5 Agustus 2026.
Mengusung tema “Kepemimpinan Visioner untuk Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Transformasi Digital”, pelatihan ini diikuti 61 kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sederajat.
GUNAKAN TEKNOLOGI BIJAK, SEKOLAH HARUS ADAPTIF
Perwakilan CSR Department PT IMIP, Agista Ayu Tansyania, menyebut pelatihan ini adalah program rutin tahunan perusahaan.
“Perubahan yang terjadi di era digital menuntut kepala sekolah memiliki kepemimpinan yang visioner dan adaptif. Mereka tidak hanya dituntut mampu mengelola sekolah secara efektif, tetapi juga membimbing guru dan peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali sebagai bentuk sinergi meningkatkan mutu edukasi di Bahodopi. Agista mengaku antusiasme peserta tetap tinggi sepanjang pelatihan.
APRESIASI DARI DINAS PENDIDIKAN
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, S.Pd.,M.Pd., membuka kegiatan di Aula Serbaguna PT IMIP. Ia berharap para kepala sekolah menjadi garda terdepan peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi PT IMIP yang selama ini telah bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka peningkatan infrastruktur sekolah maupun peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Semoga kedepannya kami tetap berkolaborasi, supaya apa yang menjadi visi misi Bupati Morowali di sektor pendidikan dapat berjalan dengan baik,” kata Arifin Lakane.
DIBEKALI MATERI OLEH GURU BESAR UNTAD
Untuk memperkaya wawasan, PT IMIP menghadirkan akademisi Universitas Tadulako, Prof. Dr. Rosmala Nur, S.K.M.,M.Si. Materinya seputar kepemimpinan pendidikan, penguatan tata kelola sekolah, serta strategi menghadapi tantangan transformasi digital.
Selain materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan praktik untuk memperkuat kolaborasi antar sekolah.
TIDAK BERHENTI DI PELATIHAN
Agista menegaskan, program ini akan terus dikawal. PT IMIP akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat implementasi di masing-masing sekolah.
“Kami berharap kepala sekolah dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mendorong lahirnya lembaga pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan dunia industri menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan,” tegas Agista.
Selain pelatihan, PT IMIP juga terus berkontribusi melalui bantuan sarana-prasarana pendidikan, pembangunan gedung sekolah, serta infrastruktur penunjang lainnya di Bahodopi.
“Kebijakan ini menjadi bagian komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, sekaligus mendukung lahirnya SDM lokal yang unggul dan siap menghadapi perkembangan industri maupun tantangan global,” tutup Agista.
Yohanes












