Scroll untuk baca artikel
Investasi

PT Vale Indonesia Tbk Morowali Sepakati 5 Tuntutan A2KAMSI, Warga Tuntut Realisasi Nyata

8
×

PT Vale Indonesia Tbk Morowali Sepakati 5 Tuntutan A2KAMSI, Warga Tuntut Realisasi Nyata

Sebarkan artikel ini

Koordinator Lapangan A2KAMSI Moh Faujan Muin saat mediasi dengan manajemen PT Vale Indonesia Tbk IGP Morowali di Morowali, 17 Juni 2026. Dok. A2KAMSI

 

MOROWALI — Mediasi antara Aliansi Anak Kampung Sini, A2KAMSI, dengan manajemen PT Vale Indonesia (VI) Tbk IGP Morowali menghasilkan 5 poin kesepakatan, Rabu 17 Juni 2026. Isinya menyangkut upah, transparansi, hingga penempatan warga lokal di posisi strategis.

A2KAMSI tak mau kesepakatan itu berhenti di atas kertas. Koordinator Lapangan A2KAMSI Moh Faujan Muin menegaskan pihaknya akan mengawal sampai tuntas.

“Kami mengapresiasi ruang dialog dan komitmen PT Vale Indonesia Tbk. Tapi kami akan terus mengawal seluruh poin agar benar-benar direalisasikan. Masyarakat butuh kepastian soal kesejahteraan tenaga kerja, keterbukaan informasi, pemberdayaan kontraktor lokal, serta kesempatan adil berkembang bersama perusahaan,” ujar Faujan di Morowali.

Lima tuntutan A2KAMSI yang disetujui PT Vale Indonesia Tbk:
– Perbaikan sistem pengupahan bagi tenaga kerja lokal
– Keterbukaan hasil evaluasi pasca demonstrasi 13 desa pemberdayaan
– Pembersihan Divisi Procurement dari dugaan korupsi dan intervensi
– Penempatan tenaga kerja lokal di jajaran manajemen dan divisi strategis
– Pelatihan dan sertifikasi gratis untuk SDM lokal, seperti SIO, K3, dan POP

Menanggapi itu, PT Vale Indonesia (VI) Tbk menyatakan komitmen memperkuat mekanisme pengaduan, menambah serapan tenaga kerja lokal, mengevaluasi sistem tender dan procurement secara transparan, serta memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi warga.

“Investasi di Morowali harus jalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Kami akan kawal dan pastikan setiap kesepakatan direalisasikan konsisten dan bertanggung jawab,” tegas Faujan.

Mediasi ini digelar setelah aksi 13 desa pemberdayaan menuntut keadilan ekonomi dan keterlibatan warga dalam rantai pasok industri nikel di Morowali.

 

 

 

(Redaksi / Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *