Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Muara Parelangke Mati, 2 Minggu Nelayan Morowali Terkurung Pasir

234
×

Muara Parelangke Mati, 2 Minggu Nelayan Morowali Terkurung Pasir

Sebarkan artikel ini

Laut di depan mata, tapi perahu tak bisa keluar. Warga minta Bupati turun tangan

MOROWALI — Laut Sulawesi terbentang luas di depan Desa Parelangke, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali. Tapi bagi ratusan nelayan di sana, laut itu kini cuma jadi pemandangan.

Sudah 2 minggu, muara satu-satunya akses mereka ke laut tertutup total oleh timbunan pasir. Pasir itu menutup sampai ke kolong jembatan. Akibatnya, seluruh perahu nelayan terkurung. Tak satu pun bisa melaut.

“Ini sudah darurat. Nelayan sudah 2 minggu tidak bisa melaut. Semua perahu berkumpul di situ karena muara tertutup,” kata Bahar, warga Desa Parelangke, saat merekam video kondisi terkini di tepi pantai, Sabtu 13/6/2026, bersama warga lain. Video itu kini beredar luas di grup WhatsApp warga Morowali.

Bahar menyebut muara yang biasanya jadi jalur keluar-masuk perahu kini berubah jadi daratan pasir. Nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut langsung kehilangan mata pencaharian. Dapur warga pun ikut padam.

“Kami mohon dengan sangat kepada Bapak Bupati Morowali dan BPBD Morowali untuk segera memberikan bantuan darurat. Buka muara ini, Pak,” pinta Bahar dalam video tersebut.

Ekonomi lumpuh, bantuan ditunggu

Parelangke adalah salah satu desa pesisir yang mayoritas penduduknya nelayan. Ketika muara mati, roda ekonomi desa ikut berhenti. Tidak ada ikan masuk, tidak ada uang berputar.

Warga berharap pemerintah daerah segera menurunkan alat berat untuk normalisasi atau pengerukan muara. Tanpa itu, mereka memperkirakan nelayan akan terus terkurung dalam waktu yang tak bisa dipastikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Morowali maupun BPBD terkait langkah penanganan. Padahal setiap hari yang terbuang berarti satu hari lagi warga tidak bisa makan dari lautnya sendiri.

 

(Yohanes / Whatsapp : 081371835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *