Ketua Umum IMA Sulteng, Muhammad Afdhal Syahputra
Palu — Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tengah Makassar (IMA Sulteng Makassar) mengecam keras insiden dugaan pemukulan terhadap salah satu massa aksi dalam demonstrasi warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Puungkoilu Bersatu (Gempur), di Desa Puungkoilu, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Jumat (27/03/2026).
Ketua Umum IMA Sulteng, Muhammad Afdhal Syahputra, menilai tindakan kekerasan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Aksi warga merupakan upaya menuntut keadilan dan transparansi tata kelola desa. Tidak dibenarkan jika dibalas dengan kekerasan,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Sikap IMA Sulteng
Menanggapi insiden tersebut, IMA Sulteng menyampaikan sejumlah tuntutan:
– Mengutuk segala bentuk kekerasan dan premanisme terhadap massa aksi
– Mendesak aparat kepolisian segera mengusut dan memproses pelaku secara transparan
– Meminta Pemerintah Kabupaten Morowali segera menyelesaikan akar persoalan yang menjadi tuntutan warga
– Menyatakan siap mengawal kasus dan menggalang solidaritas mahasiswa
IMA Sulteng juga mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dilindungi.
“Suara rakyat tidak bisa dibungkam dengan kekerasan. Jika satu dipukul, maka ribuan mahasiswa akan bersuara,” tutupnya.
(Nes)















