Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Blog

Warga Desa Lafeu Krisis Lahan Pemakaman, Urusan Memakamkan Jenazah Kian Memprihatinkan

228
×

Warga Desa Lafeu Krisis Lahan Pemakaman, Urusan Memakamkan Jenazah Kian Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

Morowali, Sulawesi Tengah— Kematian adalah kepastian, namun bagi warga Desa Lafeu, Kecamatan Bungku Pesisir memakamkan sanak keluarga yang telah berpulang justru menjadi persoalan pelik yang menguras emosi dan tenaga. Kondisi fasilitas pemakaman di desa ini dinilai tidak lagi sekadar kurang layak, melainkan telah mencederai martabat kemanusiaan.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan lahan pemakaman di Desa Lafeu telah mengalami overkapasitas. Warga kerap kesulitan mencari tempat pemakaman baru hingga terpaksa memanfaatkan sela-sela makam lama, bahkan menggunakan lahan pribadi demi memberikan tempat peristirahatan terakhir bagi anggota keluarga.

Kondisi tersebut diperparah dengan buruknya infrastruktur pendukung. Akses jalan menuju pemakaman masih berupa tanah yang becek saat hujan, tanpa penerangan memadai dan drainase yang buruk. Sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa area pemakaman pernah terdampak banjir besar yang menyebabkan kerusakan pada makam.

Selain itu, tidak adanya sistem penataan dan administrasi makam membuat kawasan pemakaman tampak semrawut, menghilangkan kesan khidmat serta penghormatan bagi para almarhum.

“Kami tidak meminta fasilitas mewah. Kami hanya ingin tempat pemakaman yang layak dan tertata untuk menghormati orang tua dan keluarga kami. Mengapa urusan sepenting ini selalu diabaikan?” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa, Selasa(23/12/2025)

Warga menilai persoalan pemakaman selama ini hanya menjadi isu musiman yang kerap diangkat saat masa kampanye, namun tidak pernah terealisasi dalam program nyata. Mereka menilai janji-janji perbaikan hanya berhenti di meja birokrasi tanpa tindakan konkret di lapangan.

Masyarakat Desa Lafeu kini mendesak pemerintah desa dan pemerintah kabupaten untuk segera mengambil langkah nyata. Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain perluasan lahan pemakaman, pembangunan akses jalan dan fasilitas pendukung seperti penerangan serta drainase, hingga penataan dan pendataan makam secara sistematis.
Pengabaian terhadap fasilitas pemakaman dinilai bukan hanya persoalan teknis, melainkan menyangkut penghormatan terhadap nilai kemanusiaan. Warga menegaskan, pelayanan publik seharusnya tidak berhenti pada warga yang masih hidup, tetapi juga mencakup pengelolaan pemakaman yang layak dan manusiawi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga menilai Desa Lafeu tidak hanya menghadapi krisis lahan makam, tetapi juga krisis empati dari pemerintah. Mereka berharap pemerintah segera bertindak sebelum persoalan ini semakin meluas dan memicu keresahan sosial yang lebih besar.

 

(Yohanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250