Gubernur Sulteng Dr. Anwar Hafid (Kiri), Bupati Morowali Iksan (Kanan)
Morowali, Sulawesi Tengah — Pada momentum Hari Ulang Tahun Kabupaten Morowali ke-26, 5 Desember 2025, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan pengelolaan hutan di wilayah Morowali.
Dalam kunjungannya pada acara peringatan HUT Morowali, Gubernur Anwar Hafid menerima berbagai pertanyaan dari jurnalis terkait kondisi lingkungan dan langkah pencegahan kerusakan hutan di masa mendatang. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memperkuat kontrol di lapangan.
“Kita akan menurunkan tim khusus untuk membantu para bupati, termasuk Bupati Morowali, dalam melakukan tindakan tegas kepada perusahaan-perusahaan. Kami juga akan memeriksa daerah bantaran sungai dan sediment pond, karena jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan penumpukan air dan potensi jebol,” jelasnya.
Mantan Bupati Morowali dua periode itu menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh hanya difokuskan pada satu atau dua perusahaan, melainkan seluruh perusahaan yang beroperasi. Ia menilai banyak sediment pond yang sudah lama tidak diperbaiki sehingga berpotensi menimbulkan bencana pada musim hujan.
Terkait konflik agraria, Gubernur mengakui bahwa persoalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menyebut Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulawesi Tengah akan memaksimalkan kerja pada tahun 2026, dengan kolaborasi yang lebih kuat antara Satgas provinsi dan Satgas tingkat kabupaten.
“Satgas tingkat Kabupaten akan kita tingkatkan agar penyelesaian konflik agraria berjalan lebih maksimal melalui kerja sama yang solid antara provinsi dan daerah,” ujarnya.
Dengan arahan ini, Pemerintah Provinsi menegaskan keseriusan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan tata kelola hutan dan penyelesaian konflik lahan berjalan lebih efektif di Morowali.
(Yohanes)















