Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
TNI / Polri

Polres Morowali, IMIP, dan Danramil Bahodopi Sambangi Rumah Duka Korban Pengeroyokan di Kawasan IMIP

92
×

Polres Morowali, IMIP, dan Danramil Bahodopi Sambangi Rumah Duka Korban Pengeroyokan di Kawasan IMIP

Sebarkan artikel ini

Morowali— Kasus meninggalnya pemuda asal Kabupaten Konawe berinisial MR (19) di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Kamis (7/8/2025) lalu, kini mulai menemui titik terang. Peristiwa yang terjadi di sekitar pos keamanan PT IMIP, Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah ini telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Sebagai bentuk empati, Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain yang diwakili Kasat Intel Iptu Sappewali, bersama perwakilan PT IMIP dan Danramil 1311-09/Bahodopi, mendatangi langsung kediaman orang tua almarhum di Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (10/8/2025) malam.

Rombongan tiba sekitar pukul 20.30 WITA. Turut hadir pula Paguyuban Kerukunan Tolaki Mepokoaso (KTM), Kades Le-Le selaku tokoh masyarakat Tolaki di Bahodopi, serta tokoh pemuda asal Konawe, Asman. Kedatangan mereka diterima Sekcam Moramo Utara Asmin, Kades Puasana Sarwin, Kapolsek Moramo Utara Iptu Tujianto Sujudi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Pertemuan diawali prosesi adat Tolaki “Sara Meparamisi” sebagai bentuk izin bertemu keluarga almarhum.

Empat Tersangka Diamankan
Iptu Sappewali menjelaskan, dari 18 orang yang diperiksa, empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Polres Morowali. “Setelah kejadian, seluruh personel dikerahkan. Dalam waktu 1×28 jam, pelaku sudah teridentifikasi dan diamankan. Ke depan, jumlah tersangka bisa saja bertambah sesuai proses penyidikan yang masih berlangsung,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian membuka diri jika keluarga ingin mengetahui perkembangan penyelesaian perkara.

Duka dari Koramil Bahodopi dan Manajemen IMIP
Komandan Koramil Bahodopi, Lettu Amiruddin, turut menyampaikan duka mendalam. Ia berharap kasus seperti ini tidak terulang dan meminta keluarga tidak terpengaruh isu di media sosial yang belum terverifikasi.

Perwakilan PT IMIP, Immanuel Tewel, menambahkan bahwa meski almarhum bukan karyawan IMIP, pihaknya merasa bertanggung jawab karena kejadian berlangsung di dalam kawasan industri. “Kehadiran kami sebagai bentuk keprihatinan dan belasungkawa. Ini juga menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Keluarga Percayakan Kasus kepada Polisi
Keluarga almarhum, melalui kerabatnya Armin, mengapresiasi kedatangan rombongan. “Kami sangat menghargai kehadiran bapak-bapak. Harapan kami, semua pelaku bisa ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Komandan Kompi Brimob Morowali AKP Ketut Partayana, Ketua KTM Suroso, Kades Le-Le Junaedin, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Yohanes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250 Example 728x250