Morowali, Sulawesi Tengah— Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyoroti persoalan sampah laut yang dinilainya menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar pemerintah daerah saat ini. Menurutnya, penanganan sampah di daratan sudah menunjukkan kemajuan signifikan, namun persoalan sampah di laut masih menjadi tantangan besar.
“Persoalan sampah di daratan sudah mulai menghampiri sekitar 80 persen mulai tuntas. Tapi yang paling berbahaya hari ini adalah sampah di laut. Ini menjadi PR terbesar kita bersama,” ujar Iksan, dikutip dari akun media sosial @iksanbaharudin_, Sabtu (14/3/2026).
Ia mengatakan persoalan tersebut sering ia temui langsung saat melakukan perjalanan laut di Morowali. Menurutnya, aktivitas perjalanannya kini cukup sering melalui jalur laut.
“Kalau ditanya kenapa Pak Bupati tau banyak sampah di laut? Saya ini sekarang 50-50 perjalanan saya, laut 50 persen dan daratan 50 persen. Justru yang membuat perjalanan laut sering terlambat itu karena sampah,” katanya.
Ia mencontohkan perjalanan laut dari Bungku ke Bahodopi yang seharusnya bisa ditempuh sekitar 20 menit. Namun jika banyak sampah di laut, perjalanan bisa memakan waktu hingga 40 menit karena harus beberapa kali berhenti untuk menghindari sampah.
“Jadi ini sudah kita buktikan. Kalau dikatakan sampah laut itu tidak ada, nyatanya sampah laut itu ada dan sangat banyak,” pungkasnya.(*)















