Makassar, Sulawesi Selatan— Kondisi asrama mahasiswa milik Pemerintah Kabupaten Poso di Kota Makassar menjadi sorotan setelah dinilai tidak layak huni. Ikatan Pemuda Mahasiswa Poso Makassar (IPMA Poso-Makassar) mendesak adanya transparansi dan audit menyeluruh terhadap pengelolaan aset tersebut.
Ketua Umum IPMA Poso, Muhammad Taufiq Hidayah Syafi’i, menyebut kondisi bangunan sangat memprihatinkan, dengan atap bocor serta struktur yang mulai lapuk.
“Seharusnya asrama ini menjadi fasilitas penunjang pendidikan bagi mahasiswa, namun justru terkesan dibiarkan terbengkalai,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Tiga Tuntutan Mahasiswa
Menanggapi kondisi tersebut, IPMA Poso-Makassar mengajukan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Poso:
1.Transparansi anggaran pengadaan dan rehabilitasi asrama
2. Respons cepat terhadap laporan kerusakan dari mahasiswa
3. Audit investigatif terhadap pengelolaan anggaran oleh instansi terkait
Dorong DPRD Ambil Peran
Sebagai langkah lanjutan, mahasiswa juga meminta audiensi dengan DPRD Kabupaten Poso guna mendorong fungsi pengawasan terhadap pengelolaan aset daerah.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Poso terkait tuntutan tersebut.
Sorotan atas Pengelolaan Aset
IPMA menilai kondisi asrama bukan sekadar persoalan fasilitas, tetapi mencerminkan lemahnya pengelolaan aset daerah. Asrama mahasiswa dinilai memiliki peran penting dalam mendukung akses pendidikan bagi pelajar perantauan.
Desakan audit pun dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan anggaran serta mendorong perbaikan tata kelola ke depan.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar respons administratif, agar fasilitas tersebut kembali layak digunakan dan mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal Poso di Makassar.
(Yohanes)















