Morowali, 5 November 2026 – Kehadiran industri pengolahan dalam program hilirisasi mineral membuka peluang kerja besar, sekaligus mengembangkan keterampilan dan membangun karier. Di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), besarnya keterlibatan generasi muda menjadi gambaran nyata peran perusahaan dalam menyediakan ruang bagi angkatan kerja produktif.
Sebagai penggerak utama penyerapan tenaga kerja yang secara signifikan menekan angka pengangguran terbuka di Morowali, Sulawesi Tengah, dan wilayah Indonesia Timur, IMIP terus memberi kesempatan sama bagi semua pekerja. Data ketenagakerjaan di kawasan IMIP mencatat, ada 61.169 pekerja atau 60,06 persen dari total karyawan merupakan generasi Z (Gen Z). Angka itu menempatkan kelompok demografi manusia yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012 tersebut sebagai bagian dominan dalam aktivitas industri di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel ini.
Rekap terakhir yang dihimpun HR Departemen PT IMIP pada 24 Oktober 2026, total jumlah karyawan sebanyak 101.846, dengan presentase usia 17-29 tahun (Gen Z) 60,06 persen, generasi milenial (umur 30-45 tahun) 38,05 persen atau berjumlah 38.750 pekerja dan Gen X ke atas (46 tahun +) 1,2 persen atau 1.927 pekerja.
Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, menjelaskan, dominasi Gen Z mencerminkan besarnya keterlibatan kelompok usia muda dalam kegiatan industri, mulai dari operasional produksi hingga berbagai fungsi pendukung. Kondisi ini sekaligus memerlihatkan, sektor industri dapat menjadi salah satu jalur dalam memeroleh pengalaman profesional dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Jika dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMA/SMK 64,77 persen atau 65.965 pekerja, Diploma 4,68 persen atau 4.766 pekerja, untuk lulusan S1 sebanyak 28,10 persen atau berjumlah 28.623 pekerja. Sementara di jenjang SD, SLTP dan Pascasarjana, ada 2,45 persen atau berjumlah 2.492 pekerja,” rinci Dedy Kurniawan, Kamis (5/11/2026).
Ia menegaskan, bagi generasi muda, peluang bekerja di sektor industri tak hanya berkaitan dengan memperoleh penghasilan. Lingkungan kerja juga menjadi ruang untuk membangun disiplin, meningkatkan kemampuan teknis, memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta mengembangkan keterampilan bekerja dalam tim.
Diakui, terbukanya peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan calon tenaga kerja. Perkembangan teknologi dan proses industri menuntut pekerja memiliki kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, serta pemahaman terhadap prosedur kerja. Pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengalaman praktik menjadi bekal penting untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.
Pertumbuhan kebutuhan tenaga kerja juga menghadirkan kesempatan untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan ekonomi. Karena itu, peningkatan kompetensi pekerja lokal menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam perkembangan industri di Morowali.
IMIP sebagai kawasan industri pengolahan dan hilirisasi mineral menjadi salah satu lingkungan kerja bagi ribuan tenaga kerja dengan latar belakang dan kelompok usia beragam. Besarnya proporsi Gen Z menunjukkan generasi muda telah mengambil peran signifikan dalam aktivitas industri.
“Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kompetensi memadai, berada pada lingkungan kerja aman, dan mempunyai kesempatan berkembang secara profesional. Kehadiran IMIP diharapkan dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan industri nasional,” pungkas Dedy. (*)












