Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Pangkalan Jual Rp 9.000, Rakyat Menjerit, Aparat Bungkam

0
×

Pangkalan Jual Rp 9.000, Rakyat Menjerit, Aparat Bungkam

Sebarkan artikel ini

HALSEL — Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (MITA) di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), makin merajalela.

Praktik itu diduga sudah berlangsung lama, dilakukan secara terbuka, namun tak pernah ditindak tegas oleh aparat kepolisian maupun pemerintah daerah.

Hasil penelusuran di lapangan menemukan dua pangkalan, yakni Pangkalan Maldiyanti dan Pangkalan Cahaya Putra, menjual ratusan liter minyak tanah ke armada motor laut dan pengecer untuk dijual kembali.

Padahal, kedua pangkalan tersebut memperoleh pasokan dari agen PT. Babang Raya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya dijual ke masyarakat sebesar Rp 4.000 per liter.

Faktanya, harga di lapangan melambung lebih dari dua kali lipat.

Salah satu ABK armada motor laut mengaku membeli MITA dari pangkalan dengan harga Rp 9.000 per liter.

“Torang beli harga Rp 9.000,” ujar ABK yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada disampaikan seorang pengecer asal Desa Sabatang. Ia mengaku membeli MITA dengan harga yang sama untuk dijual kembali.

“Dorang jual Rp 9.000, kadang Rp 8.000. Torang jual kadang untung seribu, kadang dua ribu,” ucap pengecer tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat kecil di Babang kesulitan mendapatkan minyak tanah dengan harga wajar. Pasokan yang seharusnya untuk kebutuhan rumah tangga justru mengalir deras ke pengecer dan armada laut.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera turun tangan, menertibkan pangkalan nakal, dan memastikan distribusi MITA sesuai HET.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pangkalan maupun agen PT. Babang Raya belum berhasil dikonfirmasi.

(Saifudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *