MOROWALI – Dosen Program Studi Manajemen Universitas Tadulako PSDKU Morowali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Aula Kantor Desa Bahontobungku, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, pada 11 September 2026. Kegiatan bertema “Optimalisasi Nilai Tambah Produk Ikan Asap Melalui Inovasi Pengemasan dan Strategi Pemasaran sebagai Oleh-oleh Khas Kabupaten Morowali” ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dan daya saing UMKM berbasis potensi perikanan lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Muhammad Isra Iradat, S.E., M.M., bersama Erwan Sastrawan, S., M.M., Setiawan Mandala Putra, S.M., M.SM., dan Arson Abd. Rasyid Nunu, S.E., M.M. Tim memberikan pendampingan mengenai inovasi pengemasan, strategi pemasaran, serta edukasi perizinan dan sertifikasi produk. Pelaku UMKM diperkenalkan pada pentingnya kemasan yang menarik dan informatif sebagai pelindung produk sekaligus pembentuk identitas merek untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual ikan asap.
Selain pengemasan dan pemasaran, pendampingan juga menekankan pentingnya pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal. Pemahaman terhadap perizinan dan sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta mempersiapkan produk agar memenuhi persyaratan pasar.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Digitalisasi Pemasaran Produk Ikan Asap Melalui Platform Online Untuk Meningkatkan Akses Pasar” pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Bahontobungku dan dihadiri oleh para pelaku usaha olahan ikan asap setempat serta warga desa.
Ketua Tim Pengabdian, Mahfud Supu, SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong para pengrajin dan pelaku UMKM ikan asap agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pemasaran produk mereka. Menurutnya, optimalisasi platform online menjadi langkah strategis agar produk lokal memiliki daya saing tinggi dan dapat menjangkau konsumen di luar daerah.
“Melalui digitalisasi pemasaran ini, kami berharap para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan penjualan konvensional, tetapi juga dapat memanfaatkan platform digital untuk membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan perekonomian warga Desa Bahontobungku,” ujar Mahfud Supu.
Selama kegiatan, para peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media digital, teknik pengemasan promosi, hingga strategi pemasaran online yang efektif. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi antara warga dan tim pengabdian selama sosialisasi berlangsung.
Menurut ketua tim, ikan asap memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Kabupaten Morowali apabila didukung peningkatan kualitas, identitas merek, dan strategi pemasaran yang tepat.
Kepala Desa Bahontobungku menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pendampingan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha serta memperluas pemasaran hingga ke toko-toko modern. Melalui program ini, Universitas Tadulako PSDKU Morowali berupaya memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, produk ikan asap Bahontobungku diharapkan semakin dikenal, memiliki daya saing lebih tinggi, dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas ekonomi lokal Kabupaten Morowali.(Redaksi)












