Scroll untuk baca artikel
HukumInvestasi

Warga Bongkar Dalang Kericuhan – Orang China Diduga Duluan Rusak Mobil Warga, Massa Murka Balas Bakar di PT. ASKON

0
×

Warga Bongkar Dalang Kericuhan – Orang China Diduga Duluan Rusak Mobil Warga, Massa Murka Balas Bakar di PT. ASKON

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, bedahnusantaraindonesia.id – Fakta baru yang lebih mencengangkan terungkap di balik aksi membara di perbatasan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (02/10/2026).

Jika sebelumnya informasi simpang siur menyebut mobil perusahaan yang dirusak massa, kini fakta sebenarnya versi masyarakat mulai terungkap.

Menurut salah satu warga yang tidak disebutkan namanya ke media ini, Jumat 2 Oktober 2026, kericuhan tersebut diduga dipicu bukan oleh warga, melainkan pihak asing.

“Orang cina yang duluan atas keterangan masyarakat dilapangan,” tegas warga yang tidak dicantumkan namanya

Warga tersebut menjelaskan, aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Matarape di area PT. ASKON sebenarnya sudah sering dilakukan. Selama ini aksi selalu berjalan damai, tanpa pengrusakan, karena selalu ada negosiasi dan terkendali.

“Sudah sering kami Demo, hanya tidak ada pengrusakan, selalunya ada negosiasi dan terkendali. Hanya tadi ini demo masyarakat berhadapan dengan China,” ungkapnya.

Namun kali ini situasinya berbeda dan diduga memanas. Warga tersebut membenarkan adanya video viral perusakan dua mobil yang beredar. Menurutnya, itulah awal mula amarah warga meledak.

“Iya. Yang ada vidio mobil di rusak dua itu pak. Itu awalnya pengrusakan, masyarakat marah kenapa ada pengusakan mobil,” jelasnya.

Ia menegaskan dengan gamblang siapa yang diduga memulai aksi anarkis tersebut.

“Orang cina yang duluan merusak mobil masyarakat,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, mobil yang dirusak menggunakan ekskavator tersebut diduga merupakan kendaraan pembawa perlengkapan aksi milik masyarakat Desa Matarape sendiri, bukan milik perusahaan. Bukan cuma soal debu hauling, warga datang menuntut persoalan debu tebal yang diduga setiap hari meracuni warga, merusak tanaman, dan persoalan lahan mereka diselesaikan. Tapi kenapa kendaraan aksi justru diduga dihancurkan?

Akibatnya, situasi diduga tak terkendali dan berujung pada aksi balasan pembakaran mobil di lokasi. Kobaran api diduga melalap habis kendaraan tersebut sementara massa aksi masih bertahan dan melakukan pemblokiran total akses jalan hauling PT. ASKON.

Warga tersebut menambahkan, saat ini situasi di lokasi sudah ada pengamanan dari pihak keamanan untuk mencegah bentrok susulan.

“Ada pengamanan sekarang dari keamanan,” tutupnya.

Warga menegaskan, PT ASKON Harus bertanggungjawab atas seluruh rangkaian peristiwa ini. Mereka tidak akan mundur sebelum tuntutan terkait debu, tanaman, dan lahan diselesaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, massa Aliansi Masyarakat Matarape masih menduduki lokasi dan akses jalan hauling di area PT. ASKON dilaporkan masih diblokade total. Pihak manajemen PT. ASKON belum memberikan keterangan resmi terkait insiden perusakan mobil warga yang diduga dilakukan oleh orang china tersebut.

 

 

(Redaksi/Whatsapp:08171835194)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *