Scroll untuk baca artikel
Investasi

Resmi! Rute Penerbangan IMIP – Palu Dibuka, Tempuh 45 Menit Pakai Super Air Jet

0
×

Resmi! Rute Penerbangan IMIP – Palu Dibuka, Tempuh 45 Menit Pakai Super Air Jet

Sebarkan artikel ini

MOROWALI, 3 September 2026 – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menulis sejarah. Kamis (03/09/2026) penerbangan perdana rute Bandara Domestik IMIP menuju Bandar Udara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu resmi mengudara.

Pesawat Airbus A320 milik maskapai Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 2254 lepas landas membawa 158 penumpang. Penerbangan carter khusus ini mengangkut pekerja IMIP dan memadati 88% dari total 180 kursi yang tersedia.

Kehadiran rute baru ini menjadi jawaban atas kebutuhan konektivitas kawasan industri nikel terbesar di dunia tersebut. Dengan waktu tempuh hanya 45 menit ke Palu, mobilitas pekerja, manajemen, investor, hingga mitra usaha IMIP kini jauh lebih cepat dan efisien.

Head of Media PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan pembukaan rute ini adalah bagian dari komitmen IMIP untuk memperkuat konektivitas di Sulawesi Tengah.

“Sebagai kawasan industri pengolahan nikel global, IMIP terus memperkuat konektivitas dan mobilisasi pekerja. Kami juga mendukung peningkatan serapan pajak daerah yang lebih maksimal dengan hadirnya rute penerbangan ini,” ujar Dedy di Morowali, Kamis (03/09/2026).

Bandara Domestik PT IMIP sendiri beroperasi di bawah naungan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Sultan Hasanuddin Makassar. Fasilitas yang disiapkan pun bertaraf bandara modern. Mulai dari ruang tunggu yang nyaman dan sejuk, ruang VIP, café, toilet umum, hingga sistem navigasi AVIS.

AVIS atau sistem panduan navigasi berbasis visual dan suara ini berfungsi membantu pilot saat melakukan pendaratan maupun navigasi taktis, sehingga keamanan penerbangan tetap terjaga.

Bagi IMIP, kehadiran rute IMIP – Palu bukan sekadar soal transportasi. Ini adalah penghubung ekonomi baru antara kawasan industri Morowali dengan pusat pemerintahan dan bisnis Provinsi Sulawesi Tengah.

“Konektivitas ini memiliki arti lebih luas bagi Morowali dan Sulawesi Tengah dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah dan menggerakkan roda ekonomi,” tandas Dedy.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *